Minggu, 28 Februari 2021

IX PENUTUP

A. Kesimpulan

1.     Guru merupakan unsure utama dalam keseluruhan proses pendidikanbaik tingkat institusional maupun istruksional. Tanpa guru yang yang mumpuni dan profesional maka pendidikan ibarat slogan yang muluk-muluk tapi hampa. Ibarat sayuran tapi terasa hambar. Karena guru adalah pelaku utama dalam egiatan belajar mengajar. Segala bentuk kebijakan dan program pendidikan , ditentukan oleh seberapa jauh kinerja dan profesionalisme guru sebagai ujung tombaknya digaris depan.

2.     Guru adalah orang yang langsung berhadapan dengan peserta didik. Mau dijadikan apa peserta didik tergantung pada guru. Guru sangat menentukanberhasil atau tidaknya proses pembelajaran. Jika dikaitkan dengan pendidikan karakter yang saat ini digaungkan oleh pemerintah, maka peranan guru sangat besar. Guru selain harus memiliki pengetahuan pemahaman, ketrampilan dan kompetens tentang karakter maka guru juga dituntut memiliki karakter yang mulia yang didambakan oleh peserta didik. Karakter tersebut harus mendarah daging didalam pribadi guru, menjadikan sebagai praktek dalam bagian hidupnya sehingga guru menjadi teladan dalam penerapan karakter peserta didik. Guru yang memiliki beberapa karakter mulia tersebut membuat kegiatan belajar mengajar hidup dan seakan bernyawa dan membuat kelas menjadi variatif dan tidak menjemukan.

3.     Guru yang didambakan oleh peserta didik adalah guru yang memiliki karakter mulia yang membuat peserta didik merasa nyaman saat belajar. Guru bukan saja mentransfer ilmu pengetahuan tetapi juga menanamkan nilai-nilai yang diperlukan peserta didik guna mengarungi kehidupan dimasa yang akan datang. Guru bukan saja harus menguasai kemampuan intelektual namun juga harus menguasai kemampuan emosional dan spiritual sehingga yang bersangkutan akan membuka mata hati peserta didik untuk belajar yang selanjutnya mampu hidup dimasyarakat dengan menerapkan karakter yang baik dimasyarakat.

4.     Kompetensi adalah perpaduan dari penguasaan nilai-nilai dan sikap yang dipraktikkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak dalam suatu tugas pokok mengajar untuk mencapai standar mutu dalam unjuk kinerja atau hasil kerja nyata. Kompetensi yang harus dimiliki meliputi kompetensi pedagogic, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial.

5.     Guru juga harus mempunyai karakter yang terkait dengan kemampuan guru mengelola diri secara tepat, kemampuan guru berinteraksi  dan berkomunikasi dengan peserta didik. Maka guru harus memiliki karakter yang dibanggakan oleh peserta didik. Guru yang menguasai materi pelajaran, guru yang sabar, guru yang menjadi teladan,guru yang mempunyai komitmen tinggi, guru yang mengajar dengan ikhlas, guru yang humoris, guru yang peduli, guru yang ramah dan sebagainya. Ada 21 contoh karakter guru di buku ini sangat diharapkan kehadirannya untuk peserta didik.

6.     Dalam pelaksanaannya tidak mungkin seorang guru mempunyai 21 karakter yang didambakan, namun setidaknya guru mempunyai cirri kepribadian yang baik yang bakal diingat oleh peserta didik.

 

B.    SARAN-SARAN

1.     Guru harus mengembangkan kompetensinya atau kemampuannya untuk menghadapi perubahan dan perkembangan ilmu dan teknologi. Seorang guru jangan antipasti untuk belajar lagi guna memperbarui kompetensi yang dimiliki. Sehingga guru dapat membuat keputusan yang lebih baik, dapat menyelesaikan masalah, mengatasi konflik, meningkatkan rasa percaya didri dan kepekaan guru menyelesaikan masalah peserta didik.

2.     Guru harus menjadi teladan dalam penerapan nilai-nilai yang positif sehingga peserta didik akan dengan mudah mengikutinya.

3.     Untuk menjadi guru yang didambakan tidak bisa terjadi begitu saja, perlu adanya praktik yang terus menerus tanpa henti. Pengalaman mengajar yang akan membentuk kita sebagai guru yang memiliki karakter yang didambakan peserta didik. Jangan bosan dan patah semangat. Setiap tahun dievaluasi kekurangannya sehingga tahun berikutnya ada perubahan yang membuat kita menjadi guru dengan karakter yang disukai peserta didik.

4.     Guru yang didambakan bukan berarti guru yang mengajar dengan seenaknya saja maka guru harus mempunyai pola baku yang tidak bisa diganti namun penyajiannya yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Guru harus mampu menerapkan 4 kompetensi guru dengan baik.

Akhirnya penulis berharap buku ini bisa bermanfaat bagi pembaca terutama bapak dan ibu guru yang saat ini mengajar dan ada kendala semoga buku ini bisa menjadi bahan bacaan untuk menjadi solusinya. Teruntuk pembaca calon guru semoga buku ini bisa menjadi referensi dalam pengembangan ilmu dan pengetahuan.

Kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kemajuan penulis khususnya dan pendidikan pada umumnya.



Lomba Blog Bulan Februari

Menulis Blog Jadi Buku

Tulisan hari ke 28

Penulis Agung Pramono

 

 

 

Sabtu, 27 Februari 2021

VIII TUGAS, KEWAJIBAN DAN LARANGAN GURU

 TUGAS, KEWAJIBAN DAN LARANGAN GURU

Sering kita sadari bahwa seorang guru hanya bertugas mendidik dan mengajar. Dengan mendidik dan mengajar saja dianggapnya tugas itu sudah selesai. Hal ini ditambah dengan opini di masyarakat bahwa pekerjaan guru adalah pekerjaan yang enak. Padahal tugas guru sebagai tenaga pendidik yang profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan bimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Guru harus melaksanakan tugas itu dengan penuh tanggung jawab. Maka kalau sekedar mengajar dan mendidik di dalam kelas saja tidak cukup. Namun begitu agar mengajar di dalam kelas juga lebih berkualitas dan berkesan di hati para peserta didik ada tugas dan kewajiban juga yang harus dilaksanakan. Seorang guru mempunyai 7 tugas dan kewajiban guru di antaranya :

1.     Menanamkan akidah yang benar dan memantapkan kualitas iman siswa pada saat proses belajar mengajar.

Sedikit sekali guru memahami metode ini yaitu memantapkan kualitas akidah pada diri siswa saat mengajar materi-materi pelajaran alam, materi geografi, astronomi dan yang semisalnya.Cara ini secara umum dapat menguatkan kualitas iman siswa sehingga melahirkan generasi yang kuat akidahnya dan erat hubungannya dengan pencipta-Nya.

2.     Memberikan nasihat kepada anak didik.

Guru adalah pemberi arahan, pendidik, penasihat dan bapak. Guru harus mencurahkan segala kemampuan untuk memperbaiki yang salah, meluruskan yang bengkok, membersihkan akhlak dan membenarkan pemikiran.Dan kesemuanya bermuara pada pemberian nasihat. Mengarahkan anak dengan arahan yang benar akan menuntunnya kepada apa yang berguna baginya.

3.     Lembut kepada anak didik dan mengajarnya dengan metode yang bagus.

Guru harus lembut yaitu lembut perkataan dan perbuatan serta mengambil yang paling mudah dan ringan serta mempraktikkannya kepada anak didiknya.

4.      Tidak menyebutkan nama secara langsung ketika memberikan teguran.

Menjelaskan kesalahan bukan bermaksud menjelekkan pelaku kesalahan tersebut melainkan sebagai peringatan dan penjelasan terhadap kelakuan dan ucapan buruk dan agar orang tidak terjerumus ke dalamnya tanpa menyebutkan langsung nama orang yang bersalah.

5.     Memberi salam kepada anak didik sebelum dan setelah pelajaran.

Salam adalah faktor meraih ampunan dan memperbanyak amal kebajikan.Salam adalah faktor memasyarakatkan rasa saling cinta diantara guru dan anak didiknya.

6.     Menerapkan sistem sanksi pada saat mengajar.

Guru harus bersepakat atas wajibnya menghukum siswa yang bersalah dan memberinya sanksi ketika perbuatan salahnya terulang.

7.     Memberikan penghargaan kepada anak didik.

Penghargaan dengan berbagai bentuknya memiliki peran menyihir di dalam memikat hati, memperbaharui semangat, mendorong keinginan menambah ilmu dan pengaruh-pengaruh positif lainnya.

 

Selain tugas dan kewajiban guru yang harus dilaksanakan agar kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan baik, maka guru juga mempunyai beberapa larangan yang semaksimal mungkin untuk dihindari. Menurut Mahmud Samir Al Munir larangan tersebut adalah :

1. Jangan langsung menjatuhkan hukuman. Hukuman yang terlalu cepat akan menyembunyikan kesalahan, bukan meluruskannya.

2.     Jangan menghukum tanpa menyebutkan alasannya.

3.   Jangan terlalu sulit dalam mengadili siswa  sebab siswa akan memilih berbohong  agar terhindar dari hukuman.

4. Jangan mengeluarkan siswa dari kelas sebagai hukuman baginya. Kadang siswa sengaja  melakukan kesalahan agar guru mengeluarkannya agar terlepas belajar dengan guru tersebut.

5.   Jangan berteriak dan mencaci agar seorang gurutidak kelihatan berkepribadian lemah.

6.     Jangan menjatuhkan hukuman badan, kecuali jika tidak ada pilihan.

7.  Jika menghukum jangan menggunakan tongkat, jangan memukul wajah dan jangan menyentil telinga.

8. Jangan menghukum seluruh kelas akibat kesalahan sebagian atau seorang peserta didik.

9.   Jangan mengancam peserta didik bahwa guru akan melaporkan kepada kepala sekolah dan jangan benar-benar melapor kecuali saat darurat.

10. Jangan menghukum atas kesalahan-kesalahan kecil.

     Sebagai seorang guru memang kita harus memperhatikan hal-hal tersebut. Tugas dan kewajiban serta larangan. Hal-hal yang belum tersebut buka berarti tidak termasuk didalamnya. Mungkin hal-hal tersebut diatas yang baru bisa penulis suguhkan. Kalau memang ada tugas dan kewajiban yang belum tertulis ya tetap kita laksanakan. Begitu juga bila ada larangan yang belum tertulis ya tetap kita hindari. Semua itu agar kita menjadi guru yang didambakan peserta didik kita.

Lomba Blog Bulan Februari

Menulis Blog Jadi Buku

Tulisan hari ke 27

Penulis Agung Pramono

 

Jumat, 26 Februari 2021

VII.17 Guru yang konsisten

17.Guru yang konsisten

Konsisten berarti teguh pendirian, istiqomah, fokus , sabar, ulet datidak berubag ubah. Guru yang konsisten adalah guru yang selalu melakukan pekerjaan yang terbaik selalu teguh pendirian, istiqomah, fokus, sabar, ulet dan tidak berubah-ubah serta melakukan perbaikan yang terus-menerus.  Dalam mengajar seorang guru harus konsisten agar peserta didik memahami betul materi yang diajarkan. Memang sulit mempertahankan konsisten dalam mengajar karena pasti ada titik jenuh dalam mengajar.

Guru harus menyadari tanggungjawabnya untuk mencerdaskan anak bangsa, guru harus punya target yang harus dicapai dalam mengajar.Guru juga harus ikhlas dalam mengajar. Karakter guru yang sudah baik  dan ternyata para peserta didik menerima dengan baik maka hal tersebut harus selalu dilakukan oleh guru. Contoh  guru yang yang ramah dengan peserta didik maka karakter ramah tersebut akan selalu dilakukan setiap dia melakukan kegiatan belajar mengajar. Karakter konsisten ini menjadi penanda jika guru telah menjiwai dan menghayati profesinya. Konsistensi guru tidak hanya dalam kata saja tetapi juga antara kata dan perbuatan. Guru yang konsisten merupakan kunci agar didambakan oleh peserta didik.

Sosok seorang guru yang konsisten memiliki indicator bahwa dia menjadi guru yang konsisten apabila dalam dirinya ada beberapa hal berikut :

1.     Teguh pendirian / istiqomah

Teguh pendirian memegang prinsip bukan berarti keras kepala dan tidak mau mendengar masukan orang lain. Guru yang memiliki keyakinan kokoh dan memiliki arah hidup yang benar. Misalnya memegang prinsip  bahwa semua peraturan sekolah harus ditegakkan. Maka dalam segala tindakannya menjadikan peraturan sekolah sebagai landasan untuk mengambil keputusan.

Maka peserta didik akan menyukai ketegasan guru dalam mengajar.

2.     Tekun dan rajin

Guru harus tekun dalam mengajar. Bersungguh-sungguh dalam kegiatan belajar mengajar. Tekun memberikan arahan kepada peserta didik. Guru  juga harus rajin untuk selalu mengadakan perbaikan.

3.     Sabar dan ulet

Guru harus sabar dalam artian ulet dan tekun melaksanakan proses pendidikan karena proses pendidikan tidak bisa langsung dirasakan namun membutuhkan proses yang panjang.Guru yang sabar dan ulet membuat peserta didik akan terkesan padanya.

4.     Fokus.

Fokus adalah berpusat pada satu titik. Bagaimana seorang guru harus fokus mendidik peserta didik. Guru yang mengajar sesuai dengan banyaknya jam mata pelajaran yang dibebankan untuk kegiatan mengajar. Seorang guru bukannya mempercapat jam mata pelajaran yang dibebankan. Jadi kalau memang alokasi waktunya 2 jam pelajaran maka gunakan waktu tersebut dengan baik.

Semoga kita sebagai guru dapat terus menerus berlaku baik yang akan membuat peserta didik merasa nyaman dan senang. Sehingga kita menjadi guru yang didambakan

Kesimpulan dari pembahasan, 17 karakter yang harus dimiliki oleh guru yang didambakan oleh peserta didik maka  seorang guru harus memiliki semua karakter tersebut agar benar-benar menjadi guru yang didambakan. Namun kalaupun tidak memiliki 17 karakter tersebut, setidaknya kita punya beberapa karakter yang menjadikan kita guru yang dirindukan. Ingat karakter tersebut bisa dibentuk.

Jadi kalaupun kita belum memiliki beberapa karakter yang lain, Insya Allah dengan bersungguh-sungguh kita akan memiliki karakter yang belum kita punya. Semoga pembahasan karakter guru ini membuat kita sebagai guru akan terus melakukan perbaikan demi terselenggaranya kegiatan belajar mengajar yang diharapkan. 




Lomba Blog Bulan Februari

Menulis Blog Jadi Buku

Tulisan hari ke 26

Penulis Agung Pramono 

 

Kamis, 25 Februari 2021

VII.16 Guru Sederhana yang jujur

 

16. Guru yang sederhana dan jujur

Guru akan berkomunikasi dan berinteraksi sosial dengan peserta didik di ruang kelas. Maka kegiatan belajar akan berjalan lancer apabila sudah terjalin hubungan sosial yang harmonis antara kedua belah pihak. Guru adalah seseorang yang mengajar didepan kelas. Gerak-gerik guru menjadi pusat perhatian peserta didik. Apabila perilaku guru menampakkan kekayaan dan kesombongan maka peserta didik akan enggan untuk lebih akrab dengan gurunya. Namun apabila kederhanaan yang ditampilkan maka akan membuat peserta didik menjadi lebih dekat. Guru yang sederhana adalah guru yang ditunggu kehadirannya dijaman sekarang ini, dimana kekayaan kadang menjadi parameternya. Kesederhanaan hendaknya senantiasa ditunjukkan oleh para guru. Dahulu kala para guru sejati hidup dalam kesederhanaan. Kemewahan harta dunia atau materi lainnya sering dihilangkan dalam kehidupan mereka. Kemewahan dan kemegahan duniawi, bagi guru sejati adalah penghalang bagi datangnya ilmu sejati sekaligus kesempurnaan. Maka para guru sekarang juga harus membudayakan kesederhanaan itu dalam penampilan dan sendi kehidupan lainnya. Kesederhanaan itu tidak identik dengan kemiskinan seseorang yang berpenampilan sederhana bukan berarti yang bersangkutan tidak memiliki harta benda. Maka ketika guru berpenampilan sederhana itu bukan berarti guru yang bersangkutan miskin. Secara singkat sederhana itu artinya mampu mengaktualisasi secara efektif dan efisien tidak nampak kemewahan dalam penampilannya sehingga akan mendekatkan dengan para peserta didiknya. Kesederhanaan guru dapat dilihat dari indikator yang pertama yaitu bersahaja. Kedua tidak bermewah-mewahan baik penampilan maupun model hidupnya. Ketiga tidak berlebihan dalam mempergunakan apa saja . Keempat tepat guna artinya memanfaatkan segala sesuatu secara tepat dan memiliki kegunaan atau kontribusi positif.

Seorang guru harus memberikan menjadi teladan dan memberikan nasehat kepada peserta didik bahwa peserta didik harus menjadi orang yang jujur. Hiduplah dengan jujur. Misalnya seorang guru sudah berpesan agar peserta didiknya jujur dalam menempuh ujian sekolah. Jangan demi nilai yang tinggi harus menghalalkan segala cara untuk mencontek. Dengan nasehat dari guru tersebut maka peserta didik akan mengikuti bila dia mengetahui bahwa gurunya adalah seorang guru yang jujur.

Dalam situasi lain seorang guru diuji dengan kejujurannya saat ditanya tentang suatu ilmu oleh para peserta didik yang tidak dia ketahui jawabannya. Karena gengsi dicap tidak tahu, ada guru yang terpaksa berbohong. Dia tetap memberikan jawaban atas pertanyaan peserta didik tanpa didasari ilmu. Hal ini tidak bisa dibenarkan. Jawaban guru bisa menimbulkan kekeliruan pemahaman kepada para peserta didik. Suatu saat para peserta didik mengetahui kesalahan guru tersebut. Maka guru tersebut akan dicap guru yang berbohong kepada peserta didik. Akhirnya tidak mempercayai lagi ilmu yang disampaikan oleh guru mereka.

Semua karakter yang dimiliki guru seperti yang sudah dibahas sebelumnya seakan tak akan berguna apabila guru tersebut tidak jujur. Maka guru yang jujur merupakan guru yang didambakan oleh peserta didik. Seorang guru yang jujur akan selalu menjadi teladan peserta didiknya. Sifat jujur adalah sifat yang seharusnya melekat dan selalu ada pada seorang pengajar. Jika sifat itu hilang maka dia akan kehilangan kepercayaan peserta didik akan ilmunya dan pengetahuan-pengetahuan yang disampaikan kepada mereka. Karena peserta didik pada umumnya akan menerima setiap apa yang dikatakan oleh gurunya. Maka jika peserta didik menemukan kedustaan pada gurunya disebagian perkara, hal ini otomatis akan membias kepadanya, menjadikan jatuh dihadapan peserta didiknya.

Seorang guru juga harus memberikan arahan kepada peserta didiknya bahwa sikap jujur akan menghantarkan pelakunya menuju kebaikan dan nantinya membawa ke surga-Nya. Kejujuran seorang pengajar akan menanamkan rasa percaya peserta didik kepadanya dan kepada perkataannya serta menghormatinya. Seorang guru akan memberikan materi pelajaran dimana peserta didik akan mengikuti dengan seksama karena mengetahui gurunya adalah seorang yang jujur. Kejujuran seorang pengajar akan terlihat pada konsekuensi-konsekuensi tanggung jawab yang dipikul diatas pundaknya, yang mana mentransfer pengetahuan lengkap beserta hakikat dan pengetahuan yang dikandungnya kepada para generasi penerus.

Jika seseorang guru tidak mempunyai karakter jujur pada dirinya maka dia akan mentransfer ilmu penengetahuan dengan serba kurang dan tidak lengkap. Halikat dan pengetahuan yang tidak sesuai dengan bentuk yang seharusnya dia transfer. Apabila peserta didik terbiasa menerima sikap tidak baik dari sang guru, barangkali guru sudah merasa menganggapnya bagus maka dia termasuk orang yang menzalimi orang lain. Hal ini perbuatan yang berbahaya bagi peserta didik dan masyarakat sekitarnya.

Guru yang berkata “aku tidak tahu” bukanlah sebuah aib. Jika guru memang tidak mengetahui ilmu dan jujur mengakui hal ini tak menunjukan kekurangan ilmunya tapi justru menunjukkan kesempurnaan ilmunya. Guru seperti ini bisa mencegah kesesatan ilmu karena ucapannya tak berdasarkan pemahaman ilmu yang dimilikinya. Ilmu yang kita miliki hanyalah sebatas tepian lautan dan takpernah sampai lautannya. Semakin kita banyak mencari ilmu maka semakin kita ini mengetahui kekurangan kita. Maka tak ada seorangpun yang  bisa menguasai seluruh ilm kecuai atas izin-Nya. Semoga dengan kejujuran kita sebagai guru yang berterus terang mengatakan aku tidak tahu karena memang tidak tahu kepada peserta didik akan membuat kita menjadi guru yang dirindukan oleh peserta didik kita.



Lomba Blog Bulan Februari

Menulis Blog Jadi Buku

Tulisan hari ke 25

Penulis Agung Pramono

 

 

 

 

Rabu, 24 Februari 2021

VII.15 Guru yang berakhlak mulia dan menginspirasi


15. Guru yang berakhlak mulia dan menginspirasi

Salah satu kunci dan rahasia guru yang didambakan oleh peserta didik adalah guru yang memiliki akhlak mulia. Akhlak mulia adalah perilaku guru atau ucapan guru yang terpuji. Kata dan tutur katanya baik, lembut dan murah senyum. Sanggup memberikan pengaruh positif pada jiwa peserta didik dan mendamaikan hati mereka. Dengki dan dendam hilang dari diri peserta didik. Raut wajah yang selalu nampak ceria darinya mampu membuat peserta didik mengikuti dengan senang. Peserta didik menjadikan gurunya panutan mereka. Saat melihat bapak atau ibu guru saat datang  dengan muka yang riang dan berseri membuat peserta didik memberikan umpan balik yang menyenangkan. Namun apabila guru yang hadir ditengah-tengah mereka dengan raut muka yang masam dan suka mengeruitkan dahi membuat peserta didik tidak menerima dengan hati yang senang.

Akhlak mulia yang ditampilkan oleh seorang guru tergantung dari kepribadian  dari guru itu sendiri. Kepribadian dari guru tergantung dari 2 hal yaitu pola pikir dan pola sikap. Pola pikir tergantung dari banyaknya ilmu yang dikuasai. Banyaknya ilmu yang telah diketahui dan dipahami. Pola sikap ditentukan seberapa konsisten dan maksimal dia mengerjakan apa yang sudah dikuasai dan dipahami tersebut. Guru paham bahwa tersenyum itu bagus dan membawa pengaruh yang luar biasa pada peserta didik. Namun faktanya banyak  guru yang pelit senyum dan semisalnya datang  dengan membawa kemarahan. Artinya akhlak mulia itu sebetulnya sederhana jka mau dilakukan. Pelajari sesuatu yang positip langsung lakukan dan terapkan dalam kegiatan belajar dan mengajar. Jika perbuatan tidak sesuai dengan pikiran maka dia memiliki kepribadian ganda. Perbuatan yang dilakukan tidak baik dan tidak patut dicontoh oleh peserta didik.

Seorang guru wajib berakhlak mulia dan terpuji dalam berinteraksi sehari-hari dengan peserta didiknya. Dengan sifat ini maka diharapkan peserta didik akan mudah menerima ilmu dari gurunya. Bahkan sifat terpuji ini dapat dipraktekkan oleh peserta didik. Sebagai contoh perilaku yang baik adalah apabila peserta didik melanggar tata tertib dan layak mendapat hukuman. Namun kita harus menelusuri dahulu penyebab dia melanggar tata tertib. Apabila karena keadaan maka guru bisa mengganti hukuman dengan yang lain.

Selayaknya kita sebagai guru menghiasi diri kita dengan akhlak mulia dan terpuji karena hal tersebut merupakan media untuk mengajar dan mendidik. Peserta didik akan mudah diarahkan sehingga akan mendapatkan prestasi yang diharapkan.

Guru yang didambakan oleh peserta didik adalah guru yang menginspirasi. Menjadi guru yang inspirasi adalah harapan dari setiap orang. Hanya kenyataannya jauh lebih mudah mencari guru yang hanya bisa memberitahu, menjelaskan dan menunjukkan sesuatu kepada peserta didik. Inspirasi ini ditunjukan dengan memberikan contoh  atau teladan yang baik. Guru memberikan nasehat kebaikan agar peserta didiknya bersemangat dalam belajar. Peserta didik diberikan ruang untuk berkembang dan berkarya agar mereka belajar jangan takut salah dan dikatakan tidak mampu. Guru harus mampu memberi keyakinan yang lebih kepada peserta didiknya yang tadinya merasa tidak bisa apa-apa menjadi berani dan belajar menjadi bisa. Keberhasilan peserta didik bukan tergantung dari terkenalnya sekolah tersebut, juga bukan karena fasilitas yang memadai namun keberhasilan datang dari guru-guru yang luar biasa.

Guru harus mampu memotivasi kepada peserta didiknya. Misalnya ada peserta didik yang merasa tidak bisa bahasa inggris. Maka  guru harus memotivasi peserta didik sehingga akan mampu menguasai bahasa inggris. Guru harus menjadi sosok yang menginspirasi peserta didiknya sehingga mereka akan bergerak melakukan sesuatu, berkreasi dan melakukan yang berbeda dari biasanya. Seorang guru harus terus belajar dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Selalu update agar cara menyajikan materi tidak tertinggal dengan kemajuan jaman.

Seorang guru harus menjadi guru yang kata Ki Hajar Dewantara guru yang “Ing Madya Mangun Karsa” yakni guru yang hadir dan berada ditengah-tengah peserta didik untuk membangun karsa mereka. Guru harus mampu mengeluarkan potensi yang dimiliki peserta didik serta menggugah keberanian untuk menuangkan gagasan, ide mereka saat belajar. Ternyata peserta didik akan tergugah dan senang melakukan potensi yang mereka miliki. Misalnya pelajaran bahasa Indonesia, maka untuk mempraktekkan materi tersebut peserta didik kita ajari tentang blog. Maka peserta didik akan menuangkan idea tau gagasan menulis.  Materi yang didapat dari pelajaran Bahasa Indonesia mereka tuangkan didalam blog. Karena itu hal yang baru maka peserta didik akan senang dan terus berkarya 




Lomba Blog Bulan Februari

Menulis Blog Jadi Buku

Tulisan hari ke 24

Penulis Agung Pramono 



 

Selasa, 23 Februari 2021

VII.14 Guru yang memotivasi dan menghargai peserta didik

14. Guru yang memotivasi dan menghargai peserta didik

Didalam kelas seorang gruru akan menemukan aneka tingkah dan persoalan yang dihadapi peserta didiknya. Ada yang sangat rajin, ada yang biasa-biasa saja , dan ada yang sama sekali tidak mau belajar.  Seorang guru harus bisa mengatasi pemasalahn tersebut. Guru harus memajukan, merangsang dan membimbing peserta didik dalam proses belajar. Segala usaha kearah itu harus dirancang dan dilaksanakan.

Guru yang didambakan harus dapat memotivasi peserta didik yang malas/tidak mau belajar tersebut. Motivasi adalah keinginan yang kuat yang terdapat dalam diri sesorang yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan atau sesuatu yang menjadi dasar atau alasan seseorang berperilaku. Misalnya motivasi belajar maka adanya dorongan untuk belajar. Biasanya motivasi ini bisa dari dalam diri peserta didik itu sendiri atau dari orang lain. Guru harus berhasil menjadikan peserta didiknya termotivasi dalam pelajaran. Oleh karena itu agar lebih berkesan dalam kegiatan belajar mengajar, guru harus berusaha memahami makna motivasi belajar itu sendiri dan mengembangkan serta menggerakkan motivasi pembelajaran peserta didik ke arah yang lebih baik.

Bagi guru, memotivasi diri apalagi memotivasi peserta didik bukanlah pekerjaan yang mudah. Guru harus mempunyai kemauan untuk memotivasi dan kemampuan memotivasi. Memotivasi peserta didik merupakan salah satu langkah awal yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan belajar dan mengajar. Jika guru telah berhasil membangun motivasi peserta didik selama  pembelajaran berarti guru itu telah berhasil mengajar. Memotivasi peserta didik tidak hanya menggerakkan peserta didik agar aktif dalam pelajaran, tetapi juga mengarahkan dan menjadikan peserta didik terdorong untuk belajar secara terus menerus, walaupun dia berada di luar kelas maupun setelah meninggalkan sekolah

Motivasi peserta didik ditentukan oleh lingkungan. Guru merupakan lingkungan yang sangat berperanan di dalam proses belajar. Oleh kerana itu, meningkatkan motivasi peserta didik dalam pelajaran merupakan tugas yang sangat penting bagi guru.

Guru seharusnya menggunakan waktu yang banyak untuk memotivasi peserta didikya. Peserta didik yang termotivasi dengan baik dalam pelajaran akan melakukan lebih banyak aktivitas dan lebih cepat belajar jika dibandingkan dengan peserta didik yang kurang atau tidak termotivasi saat belajar. Ini menandakan bahwa, jika guru dapat membangunkan motivasi peserta didik terhadap pelajaran yang diajarkan maka diharapkan peserta didik tersebut sentiasa akan meminati mata pelajaran tersebut.

Situasi kelas yang peserta didik-peserta didiknya termotivasi dapat mempengaruhi sikap belajar dan tingkah lakunya. Peserta didik yang termotivasi untuk belajar akan sangat tertarik dengan berbagai tugas belajar yang sedang mereka kerjakan, menunjukkan ketekunan yang tinggi, variasi aktivitas belajar mereka pun akan lebih banyak. Di samping keterlibatan mereka dalam belajar lebih besar, mereka juga kurang menyukai tingkah laku negatif yang dapat menimbulkan masalah disiplin.

Oleh kerana itu, dalam upaya menjaga dan meningkatkan disiplin kelas maka motivasi peserta didik mesti dipertimbangkan. Ini bermakna meningkatkan motivasi peserta didik dalam belajar merupakan suatu cara yang baik dalam menghindari tingkah laku peserta didik yang negatif, karena mereka terlibat aktif dalam belajar dan terangsang untuk belajar. Sebenarnya tujuan jangka panjang dalam membangun dan mengembangkan motivasi pelajar dalam belajar adalah terbentuknya motivasi kendiri. Kita sebagai guru ingin agar pelajar selalu terdorong untuk mengembangkan minatnya untuk belajar walau di mana pun dia berada.

Kita berharap agar pelajar-pelajar kita sentiasa ingin menimba pelbagai ilmu pengetahuan walaupun mereka telah lepas dari bimbingan kita. Tujuan pendidikan yang paling utama adalah untuk membangkitkan dalam diri pelajar suatu motivasi yang kuat dan terus menerus untuk belajar. Hal ini akan menjadi suatu kecenderungan dan kebiasaan dalam melakukan proses belajar selanjutnya.

Pada dasarnya di dalam diri peserta didik ada keinginan yang sangat kuat untuk belajar yang bersifat alami. Guru hanya mengembangkan atau memupuk keinginan itu sehingga keinginan belajar itu dapat direalisasikan dalam bentuk prestasi yang maksimum. Guru harus mengatur lingkungan atau suasana belajar saat kegiatan belajar mengajar  secara bijaksana sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar.

Selain itu untuk meningkat motivasi peserta didik dalam belajar guru perlu menghargai peserta didiknya. Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap manusia memiliki harga diri. Harga diri setiap pribadi merupakan komponen yang bersifat emosional dan paling menentukan sikap kepribadian kita. Harga diri merupakan kunci keberhasilan dalam hidup dan ''aset pribadi'' peserta didik yang harus dikembangkan, diolah, dan dihidupkan terus. Aset pribadi ini hendaknya dapat dimanfaatkan oleh guru menjadi salah satu dasar strategi dalam pengelolaan kelas yang harus dikuasai oleh guru dalam peranannya sebagai fasilitator dalam belajar.

Guru diharapkan mampu menghidupkan, mengangkat, dan memelihara harga diri peserta didik karena pengangkatan harga diri peserta didik ini akan membuat peserta didik menjadi lebih bersemangat, antusias, dan akhirnya mempunyai motivasi diri yang tinggi dalam belajar. Selain itu, guru yang mampu mengangkat dan memelihara harga diri peserta didik juga akan memberi rasa aman secara psikologis

Rasa aman yang diperoleh peserta didik mempunyai sumbangan yang sangat besar untuk menciptakan situasi belajar yang nyaman. Ini menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan belajar. Situasi lain yang ditimbulkan dari rasa aman adalah terciptanya hubungan yang akrab antara guru dan peserta didik. Hal ini akan memudahkan peserta didik berinteraksi dan berani mengutarakan kesulitan-kesulitan belajar yang muncul


 
 

Lomba Blog Bulan Februari

Menulis Blog Jadi Buku

Tulisan hari ke 23 

Penulis Agung Pramono 

HAKEKAT GURU

HAKEKAT GURU Pengertian guru menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti orang yang mengajar. Jika profesinya mengajar baik di seko...