Minggu, 17 Maret 2019

LIKA LIKU CINTAKU


         Aku dibesarkan di sebuah desa kecil didaerah Wonogiri, Jawa Tengah. Desaku waktu itu belum ada aliran listrik. Untuk menuju ke daerahku harus melewati jalan bebatuan yang agak susah. Namaku Satria dengan umur 30 tahun memiliki wajah yang biasa saja. Aku orangnya supel dan mudah bergaul sehingga banyak teman termasuk para wanita yang menyukaiku. Bapakku bernama pak Sukarto dan ibuku bernama ibu Suyati. Bapak dan ibuku seorang petani dengan tanah garapan sawah 2 petak kecil. Untuk kehidupan sehari-hari keluarga ku hidup pas-pasan.Walaupun hidup pas-pasan keluarga ku nampak bahagia. Orang tuaku  mempunyai 2 anak yaitu aku Satria dan adikku Yuliani. 
          Keluargaku pekerja keras hingga aku bisa menyelesaikan sekolah SMA dan dengan bantuan saudaraku bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Sedangkan adikku Yuliani sekarang duduk dibangku SMA. Untuk saat ini aku sudah bekerja di Jakarta sebagai guru di sebuah SMK Negeri. Aku menjadi guru honorer dengan gaji yang kudapatkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Aku juga menjadi pengajar di lembaga bimbel SD di Jakarta Selatan sepulang dari mengajar. Setiap hari Minggu aku berjualan di lapangan Gelora Senayan sekedar menambah penghasilan. 
         Sebelum bekerja di Jakarta, aku pernah menjalin asmara dengan Ratna gadis ayu yang mempunyai senyum yang menawan. Berkulit kuning langsat dan mempunyai potongan rambut pendek. Ratna orangnya baik dan mudah bergaul pula sehingga banyak pemuda desanya yang mengejar cintanya. Beruntunglah aku mendapatkan cinta Ratna. Aku mengenal Ratna semenjak SMP dan saat SMA aku menaruh rasa cinta padanya. Cintaku bersemi dibangku SMA. Saat  sekolah setiap hari kami datang dan pulang sekolah selalu bersama. Saat aku kerumahnya kukatakan cinta dan Ratna menerimanya.   
          Cinta saat SMA memang begitu indah dan menyenangkan. Kedekatan kami juga sudah diketahui kedua orang tua masing-masing dan tidak ada keberatan antar orang tua. Mereka menganggap kedekatan kami masih seperti teman biasa. Benar saja cinta kami harus berpisah saat kami lulus dari SMA.
" Ratna setelah SMA kamu mau melanjutkan sekolah nggak "? tanyaku saat pulang sekolah
" Aku nggak sekolah Satria, aku ingin kerja saja" jawab Ratna.
Itulah percakapan terakhir kami sebelum berpisah selepas dari SMA. Maka sejak perpisahan itu kami tidak bertemu, Ratna bekerja di Sukoharjo sedangkan aku dengan bantuan dana dari saudaraku meneruskan sekolah di Solo. 
          Lima tahun berlalu, tanpa sengaja kami bertemu saat aku pulang dari Solo dan Ratna pulang dari Sukoharjo. Saat kami bertemu nampak ada perubahan pada dirinya. Ratna menjaga jarak denganku. Sebelum kami berpisah Ratna mengatakan bahwa dia akan menikah dengan rekan kerjanya. Mendengar berita tersebut aku kaget dan nggak terima. Jiwaku berontak  badanku lemas seakan tidak ada kekuatan.
“Ratna benarkah yang kau katakan “ tanyaku lirih.
“Iya benar, Satria. Orang tuaku telah menjodohkan aku dengan Rustam.” jawabnya
Akhirnya pertemuan yang tidak sengaja tersebut meninggalkan kesedihan dihatiku setelah mengetahui Ratna sudah bertunangan dengan rekan kerjanya. Hatiku hancur mendengar hal tersebut maka setelah lulus aku mengembara ke Jakarta untuk menghilangkan bayangan Ratna.
*****
         Setelah bekerja selama 6 bulan di Jakarta aku berkenalan dengan gadis tetangga kontrakan. Aku berkenalan dengan Sarah gadis dari Pekalongan dengan perawakan tinggi semampai, berkulit hitam manis dan baik hati. Sarah bekerja di sebuah kantor di Tanah Abang. Awal pertemuan yang tidak sengaja yaitu saat Sarah salah menegurku yang dia kira aku teman SMA nya. Ternyata kesalahan ini membuat jalan perkenalanku. Hubunganku dengan Sarah semenjak perkenalan itu semakin akrab saja. Tiap ada kesempatan diwaktu istirahat pasti Aku menelepon Sarah hanya sekedar mengabarkan keadaannya.
“Assalamu alaikum Sarah, bagaimana kabarmu “? sapaku diujung telepon
“Wa alaikum salam, mas Satria. Kabarku baik-baik saja” sahut Sarah
“ Bagaimana hari Minggu kita main yuk ke Monas “ ajakku
“ Ngapain ke Monas, emang nggak ada tempat lain ya “ canda Sarah
“ Monas kan gampang ke sananya dan nggak banyak ongkos “ jawabku polos.
“ Baiklah kalau begitu, aku dijemput ya “ pinta Sarah
“Ok..” balasku dengan penuh kegirangan.
          Akhirnya waktu yang ditentukan tiba untuk pergi ke Monas. Aku menjemput Sarah untuk menjalin hubungan yang lebih baik lagi. Disana kita bercerita dan bercanda sehingga aku sudah mulai bisa melupakan sosok Ratna cinta pertamaku. Kami menutup jalan-jalan di Monas dengan perasaan bahagia dan mulai lah tumbuh perasaan suka diantara kami. Akhirnya setiap hari Minggu aku selalu melewatkan bersama dengan Sarah pergi ke tempat rekreasi di Jakarta.
*****
        Sore itu aku pulang mengajar ikut bus kota mengarah ke Blok M. Seperti biasa bus kota penuh dengan penumpang, membuat aku harus berdiri. Disaat bus kota akan memasuki terminal Blok M, aku kaget saat pandanganku menatap gadis yang sedang duduk di bus kota tersebut. Gadis yang tak asing lagi bagiku yaitu Ratna, teman sekolahku yang menjadi cinta pertamaku. Akhirnya kudekati Ratna dan kuajak turun diterminal Blok M. Kami menyusuri terminal Blok M menuju taman yang berada di area terminal Blok M. Di bawah pohon yang rindang akhirnya aku memulai obrolan.
“ Ratna, kok kamu ada di Jakarta?” tanyaku
“Iya Satria, aku sudah seminggu bekerja di Jakarta” jawabnya.
“ Bukannya kamu juga mau menikah dengan rekan kerjamu “ tanyaku lagi sembari menatap wajah Ratna.
“ Tidak jadi Satria, rekanku menggagalkan pertunangan kami dan menikah dengan gadis tetangganya dikampung “ jawab Ratna dengan lugasnya tanpa ada kesedihan sedikitpun.
Aku yang mendengarnya sebetulnya sedih tetapi juga bahagia. Sedih karena Ratna tidak jadi menikah. Sedangkan bahagia karena ada kesempatan untuk menyambung lagi percintaan kami yang sempat terputus.
“Berarti kamu sekarang sendiri lagi dong” tanyaku dengan semangat
“Iya Satria, aku sendiri lagi “ jawabnya
“Ya sudah kita sambung kembali cinta kita yang pernah putus yuks” ajakku kepadanya
“Memang Satria  masih mau denganku, kan aku pernah mengecewakanmu”jawabnya sambil meneteskan air mata. Nampak Ratna menangis mungkin ingat bahwa dia dulu pernah mengkhianatiku.
“ Sudahlah yang berlalu biarlah berlalu, mari kita sambung lagi tali yang pernah putus” ajakku.
Ratnapun menganggukkan kepala tanda setuju sambil mengusap air matanya.
Akhirnya di terminal Blok M kuputuskan untuk kembali lagi menjalin cinta dengan Ratna teman sekolahku. Namun aku harus berterus terang dengan Sarah gadis manis yang ku kenal di Jakarta yang sudah hadir mengisi hari-hariku.
*****
         Aku bertemu dengan Sarah di TMII, tempat yang sudah kita sepakati bersama. Setelah bertemu aku ingin mengutarakan apa yang sudah kuputuskan untuk berpisah dengan Sarah. Belum sempat aku berbicara dengannya, Sarah mengatakan bahwa orang tuanya menunggu kedatanganku dirumahnya untuk segera meminangnya, untuk segera menikahinya. Mendadak kepalaku pusing mendengar hal yang diluar dugaanku. Padahal sebelumnya aku sudah putuskan untuk kembali menjalin cinta dengan Ratna. Sarah kuanggap masih dalam masa penjajakan tetapi ternyata orang tuanya berpikir lebih dan mengharapkan ku cepat melamarnya.
“Satria, mengapa kau malah diam” tanya Sarah membuyarkan pikiranku yang bingung.
“Sarah, boleh aku berbicara terus terang “ tanyaku pada Sarah
“ Boleh, kenapa tidak “ jawabnya.
 “Begini Sarah, aku mengenalmu, dan mulai memahamimu bahkan sudah mulai tumbuh benih-benih cinta dihatiku. Namun aku harus berterus terang bahwa aku bertemu lagi dengan Ratna yang pernah aku cintai, jadi mohon ridhamu aku harus memilih Ratna ya “ pintaku.
Sarah yang mendengar penjelasanku awalnya tidak menerimanya dan marah padaku, namun dengan penjelasan yang lama, akhirnya Sarah pasrah dan menerima keputusanku.
        Akhirnya aku meneruskan cintaku yang pernah hilang dengan Ratna dan karena aku terhimpit dua cinta maka harus ada cinta lain yang dikalahkan. Aku bukan sengaja mempermainkan hati wanita, tetapi keadaanlah yang membawa aku harus memilih salah satu wanita tersebut dan tidak ada niatan untuk menyakiti hati seorang wanita
                                                              ==Tamat==

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HAKEKAT GURU

HAKEKAT GURU Pengertian guru menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti orang yang mengajar. Jika profesinya mengajar baik di seko...