Jumat, 01 Oktober 2021

MARI BELAJAR IKHLAS


Sering kita mendengar kata ikhlas. Kata yang mudah diucapkan namun sulit untuk penerapannya. Masih saja banyak godaan yang membuat kita bertindak belum ikhlas. Secara bahasa ikhlas berakar dari kata khalasha yang berarti bersih, jernih,  murni dan tidak bercampur. Sedangkan menurut istilah Ikhlas adalah melakukan amal baik semata-mata mengharapkan ridha Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

 Syarat diterimanya amal ada 2 yaitu mengikuti tuntunan atau perintah serta beribadah secara ikhlas. Jadi jika keikhlasan pada diri setiap mukmin melekat dan terjaga dengan baik ini termasuk syarat utama diterimanya amal.  Sebaliknya jika niatnya keliru seperti di kontori sifat ria, ingin dipuji, mempunyai niat yang tidak baik dan motif nafsu duniawi lainnya, perbuatannya menjadi sia-sia menjadi dosa.

Keikhlasan merupakan perkara penting dan tidak bisa dianggap remeh.  Alquran dan As-Sunnah sudah mengingatkan betapa banyak orang yang menanggung kerugian besar karena mengabaikan akhlak terpuji ini. Keikhlasan tidak hanya berpengaruh pada diterimanya amal tetapi juga berpengaruh positif pada kepribadiannya. Orang yang ikhlas akan terjaga dari sikap angkuh atau jemawa jika dirinya mencapai keberhasilan. Selain itu disisi lain  Ia pun tidak mudah menyerah dan putus asa tatkala gagal dalam meraih cita-cita.

 Demikian juga ia tidak lupa diri ketika mendapat sanjungan. Tidak kecil hati dan mundur dari tempat kebaikan ketika fitnah dan cacian menimpanya. Begitupun saat diuji dengan suatu musibah seorang yang ikhlas akan  mampu menghadapinya dengan sifat sabar tidak mengeluh apalagi marah-marah. Orang yang ikhlas akan terjaga dari sifat-sifat tercela lainnya seperti kepura-puraan, dusta, khianat, ingkar janji dan fitnah. Termasuk terjaga dari kebiasaan ingin menipu orang lain.

Dikisahkan Khalid Ibn Walid adalah seorang panglima perang yang selalu menang gemilang di medan pertempuran. Kejadian ini ternyata menarik perhatian Khalifah Umar bin Khattab yang memutuskan untuk memberhentikanny karena khawatir dikultuskan. Khalid menerima dengan lapang dada dan seraya berkata,”Saya berperang bukan karena Umar tapi karena Allah”

 Rasulullah SAW pernah bersabda, “Selamat dan beruntunglah orang-orang yang ikhlas yaitu orang yang bila hadir tidak dikenal bila tidak hadir tidak dicari-cari. Mereka pelita hidayah. Mereka selalu selamat dari fitnah kegelapan (HR Baihaqi)

Nilai keikhlasan tidaklah ditentukan oleh ada atau tidak adanya suatu imbalan materi,  jasa dan seumpamanya. Sebab keikhlasan memiliki tiga kriteria utama yang harus dipenuhi dengan baik pertama adalah niat ikhlas karena ridha Allah. Kedua amal yang dikerjakan hendaknya dilakukan sebaik-baiknya. Ketiga penggunaan atau pemanfaatan hasil usaha secara baik dan tepat.

Semoga kita bisa melakukan pekerjaan tanpa pamrih, Baik ada atasan atau tidak bekerja dengan baik. Lihatlah jam dinding dilihat atau tidak tetap bergerak.

Sumber : Hikmah Republika Imron Baehaqi

1 komentar:

HAKEKAT GURU

HAKEKAT GURU Pengertian guru menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti orang yang mengajar. Jika profesinya mengajar baik di seko...