Jumat, 20 September 2019

PENERBITAN BUKU

MEMBUAT BUKU
( Bagian Penerbitan)
Nara sumber : Ustadz Cahyadi Takariawan

     Bagaimana proses menerbitkan sebuah buku?.  Sebelumnya sudah dibicarakan sejak dari mulai pra penulisan, proses penulisan,dan editing. Seterusnya tibalah saatnya memikirkan bagaimana menerbitkan buku tersebut.Zaman sekarang proses penerbitan buku sangat mudah, gampang tidak seperti dahulu karena banyak sarana yang dapat digunakan dan tersedia dalam proses penerbitan sebuah buku.

Dalam proses penerbitan buku menurut  ada 3 metode, yaitu:

1. Menerbitkan Buku Sendiri  (Self Publishing)

     Kita punya naskah, kita terbitkan sendiri. Dalam menerbitkan buku maka akan dikenal penerbit dan percetakan. Ada perbedaan antara percetakan dan penerbit. Pada Percetakan, mereka memiliki izin usaha untuk percetakan dan hanya mencetak, mencetak undangan, mencetak poster dan lain-lain mereka bukan penerbit.  Sedangkan penerbit, punya izin sebagai penerbit buku. Dengan demikian tidak setiap percetakan adalah penerbit, dan tidak setiap penerbit adalah percetakan.  Antara percetakan dan penerbit bisa jadi satu atau bisa juga menjadi hal yang berbeda

   Dalam self publishing kita hanya sebagai penerbit bukan percetakan. Dalam hal ini tinggal diputuskan apakah semua bagian mau dikerjakan sendiri atau dikerjakan oleh tim. Kalau kita putuskan dikerjakan sendiri, maka pembuatan naskah, editing, pembuatan cover semua dikerjakan sendiri. Tetapi kalau kita putuskan dikerjakan oleh tim maka ada proses yang bukan kita yang mengerjakannya. Kalau sudah siap maka tinggal di bawa ke percetakaan saja, dimana dipercetakan tersebut tergantung perjanjian kita.

   Pada self publishing tidak ada nama penerbit yang ditulis di covernya melainkan judul buku dan nama penulis saja.

2. Penerbit "Indi", atau kalau dipanjangkan adalah "Indipenden". Yaitu apabila buku diterbitkan secara mandiri dan menawarkan diri untuk menerbitkan serta sudah berizin.

   Antara penerbit indi dan penerbit major berbeda. Kalau pada penerbit indi tidak punya persyaratan harus berapa eksemplar atau tidak mematok berapa minimal maupun maksimal. Penerbit indi memenuhi permintaan customer. Dalam tampilan covernya terdiri dari judul, penulis, penerbit. Sedangkan pada penerbit major mereka punya standar dalam menentukan berapa eksemplar.

   Penerbit Indi sudah banyak di kota-kota dan mereka bersedia membantu kita untuk kepentingan penerbitan sebuah buku / mendanai penerbitan buku kita namun ada yang menerbitkan saja tanpa membiayai. Bedanya dengan self publishing, dalam penerbitan indi ini ada nama penerbit. Kesamaannya mau dikerjakan sendiri atau dikerjakan dengan tim.

3. Penerbit Mayor

   Penerbit Mayor adalah penerbit yang paling dikenal oleh masyarakat selama ini secara luas. Penerbit yang sudah berizin, memiliki jaringan pemasaran dan relatif bercorak nasional. Pada jaman dahulu ini satu-satunya penerbit.

   Penerbit mayor adalah sebagai pelaku bisnis, sehingga apabila kita mau menggunakan jasanya tidak mudah, kita harus mengantri dengan penulis lain yang sama ingin menerbitkan bukunya. Penerbit mayor menghendaki semua buku yang dicetak itu laku, sehingga pasti mereka akan menyeleksi naskah yang kita masukkan dengan sangat detail.

   Bagi penulis pemula yang belum dikenal, maka harus terlebih dulu mengajukan proposal kepada penerbit mayor.  Namun apabila kita sudah menjadi penulis yang terkenal dan tulisan kita sudah banyak yang best seller, maka bukan kita yang mengajukan proposal, tapi penerbit mayor sendiri yang akan menawarkan untuk proposal penerbitannya.

   Setelah kita memasukkan naskah ke penerbit mayor, maka nanti kita akan mendapat balasan diterima atau tidaknya naskah kita. Kalau tidak diterima maka kita harus mencari penerbit lain. Namun apabila kita diterima maka kita akan melakukan kontrak kerjasama dengan penerbit mayor, dan biasanya mereka akan mengajukan beberapa pasal dalam perjanjian. Pantaulah prosesnya.
   Semua metode yang disebutkan di atas tadi tentunya ada plus dan minusnya, yang paling penting kenali dulu dan baru kita kerjakan.

(Belajar Bersama Pak Cahyadi Takariawan di Pembelajar Alinea)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HAKEKAT GURU

HAKEKAT GURU Pengertian guru menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti orang yang mengajar. Jika profesinya mengajar baik di seko...