Selasa, 25 Februari 2020

BAGAIMANA MEMULAI MENULIS

BAGAIMANA MEMULAI MENULIS

Ada enam langkah yang diungkapkan oleh Ustadz Cahyadi Takariawan, di mana langkah pertama dan kedua bisa ditukar. Keenam langkah atau proses memulai menulis itu adalah sebagai berikut:

1. Tentukan jenis tulisan. Misalnya fiksi, non fiksi, fiksi ilmiah dan lain-lain

Cerita Fiksi adalah tulisan yang menyajikan cerita yang bersifat fiksi atau tidak nyata. Secara umum cerita fiksi dibagi menjadi 4 jenis :
a. Dongeng
Dongeng merupakan bentuk cerita yang bersifat khayal dan ajaib yang berasal dari mulut ke mulut biasanya diceritakan dari generasi ke generasi.
b. Novel
Novel adalah suatu cerita yang menceritakan tentang kisah hidup manusia pada kurun tak  tentu dalam hidupnya dan belum ada penyelesaian secara sempurna. Contoh ketika cinta bertasbih
c. Cerpen atau cerita pendek
Cerpen merupakan cerita suatu kejadian dalam hidup manusia secara sekilas dan biasanya tidak ada penyelesaian dalam akhir cerita.
d. Roman
Roman yaitu suatu cerita  yang berkisah tentang percintaan. Contoh Siti Nurbaya

2. Tentukan tema tulisan.

Tema merupakan  suatu gagasan pokok atau ide pikiran dalam suatu tulisan. Dalam proses memulai menulis, tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan.Menentukan tema berarti menentukan apa masalah sebenarnya yang akan di tulis atau diuraikan oleh penulis.

3. Tentukan sasaran / segmen / pangsa pasar dari tulisan kita karena setiap segmen memiliki ciri khas penulisan masing masing, apakah untuk anak-anak, remaja atau dewasa.


Penulis yang sukses adalah penulis yang mampu menetapkan tema yang menarik para pembacanya. Mampu mengetahui keinginan dan menetapkan segmentasi atau tujuan pasar (pembaca). Dengan mengetahui hal tersebut maka penulis dapat memetakan kerangka berpikir dan kerangka tulisannya agar lebih tepat sasaran.

4. Buat kerangka tulisan / outline.  Bentuk bayangan yang kita buat apakah masih dalam koridor yang benar.


Kerangka tulisan atau outline  adalah alat bantu dalam membuat tulisan. Kerangka tulisan ini berisi garis besar topic-topik yang akan disajikan dalam tulisan, Topik-topik tersebut disusun secara terstruktur dan sistematis. Dengan keragka tulisan kita akan menyusun ide tidak keluar dari topic pembahasan

5. Mulailah menulis dari bagian yang paling mudah untuk membangun motivasi menulis dan menjaga semangat dalam menulis. Jangan memulai dari bagian yang sulit.

Menulislah dari apa yang anda rasakan, apa yang anda lihat, apa yang anda dengar dan yang anda kerjakan. Menulislah yang pernah anda alami dengan bahasa yang sederhana dan tidak berbelit-belit. Menulislah terus, terus menulis hingga menjadi tulisan

Kesimpulan nya kita harus memulai menulis, kemudian menulis dan terus menulis.
Sumber : Materi KMO Batch 14 Pembelajar Alinea

Sabtu, 22 Februari 2020

MODAL MENJADI PENULIS

Menjadi penulis untuk sebagian orang memang suatu profesi yang tidak menjanjikan untuk mendapatkan materi. Namun ada juga yang berkeyakinan menjadi penulis maka akan didapat kepuasan materi dan kepuasan batini. Kepuasan materi didapat apabila tulisannya yang menjadi buku terjual laris dipasaran. Kepuasan batin aapabial tulisannya mengandung kebaikan dan dibaca dan dikuti oleh orang lain.

Banyak orang menganggap menjadi penulis memerlukan bakat, namun kenyataaannya bakat bukanlah segala-galanya.. Siapapun bisa menjadi penulis asalkan mempunyai kemauan . Modal dari penulis lebih kepada keinginan dan usaha untuk mencapai level penulis yang diminati banyak orang. Menjadi penulis yang buku-bukunya dinanti banyak pembaca.

Modal untuk menjadi penulis menurut Naning Pranoto :

1. Tekad  yang kuat untuk menjadi penulis. Kalau kita sudah mempunyai tekad maka halangan apapun dapat kita atasi. Setelah mempunyai tekad yang kuat disusul komitmen untuk memulai menulis secara terus menerus. Hal ini akan menjadi kebiasaan untuk menulis secara bertahap sehingga diharapkan menulis menjadi rutinitas. Jadikan menulis suatu rutinitas, misalnya sebelum tidur menyelesaikan satu artikel. Harus komitmen tiap hari menulis.

2. Banyak membaca dari berbagai sumber dan jenis bacaan. Kalau kita  makin banyak membaca akan memperkaya warna tulisan kita dan akan membuat mudah dalam menulis. Dengan membaca menambah pengetahuan dan memperluas wawasan. Daya imajinasi dan motivasi dalam diri untuk bisa membuat buku akan terbentuk dengan banyak membaca. Dengan membaca maka akan dating ide-ide yang bisa menjadi tulisan. Setiap bacaan pasti akan ada ide yang bisa ditulis menjadi sebuah cerita. Dari sebuah cerita nanti akan terkumpul banyak cerita, sehingga bisa dijadikan buku solo.

3. Banyak bergaul. Banyak bergaul atau bersosialisasi, membuat kita akan mudah memahami kehidupan dan permasalahannya  lebih baik lagi, membuat hasil tulisan kita semakin dekat dengan realitas masyarakat. Bahwa inspirasi tulisan juga bisa didapat dari permasalahan yang berada disekitar kita. Banyak silaturahmi dengan kawan lama akan mendapatkan ide tulisan dari yang teman ceritakan. Setiap teman pasti mempunyai cerita kehidupan yang berbeda-beda. Maka kita bisa merangkai kata untuk membuat sebuah tulisan.

4. Meningkatkan pembelajaran berbahasa dan kosakata Caranya dengan mempelajari kosakata dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kemudian membaca hasil tulisan orang lain / penulis senior yang akan membantu pemahaman kita dalam mengaplikasikan penggunaan kosakata  yang  di pelajari dalam suatu tulisan. Mempelajari kembali dasar dasar  ketatabahasaan dari  buku- buku  Pelajaran Bahasa Indonesia, dan mempraktekkan langsung dengan menulis.

5. Memiliki sarana atau media untuk menulis, dapat berupa computer, laptop, handphone, buku dll. Usahakan untuk membiasakan menulis karena ide atau inspirasi datang kapan saja dan dimana saja. Sarana yang ada tiada guna kalau kita tidak mulai untuk menuis. Saat ada ide bisa ditulis dikertas selembar. Bisa juga ditulis di handphone. Setiap ide yang berserak langsung bisa ditangkap dengan menulisnya.

6. Mempunyai tekad untuk melahirkan karya bermutu. Kita harus bertekad melahirkan karya-karya yang dapat bermanfaan bagi orang lain. Kita harus mempunyai kemauan untuk menertbitkan buku dimulai dari menulis buku antologi. Semakin sering menulis buku antologi maka akan dihasilkan juga buku solo. Buku karya kita. Usahakan tekad untuk menghasilkan karya terus kita pupuk sehingga akan konsisten dalam menulis. Mencintai pekerjaan menjadi penulis dengan setiap hari berusaha mencari cara untuk bisa menerbitkan buku

 

Sumber : Pak Cahyadi Takariawan

 

Senin, 27 Januari 2020

JENIS-JENIS TULISAN

Berdasarkan tujuannya dikenal empat jenis tulisan. Mari Mengenal 4 Jenis Tulisan Berikut Ini

1. Eksposisi( Expository Writing)
Eksposisi adalah tulisan yang bertujuan menginformasikan atau menjelaskan  sesuatu kepada pembaca. Tujuan utama teknik menulis tulisan eksposisi adalah mengklarifikasi, menjelaskan, mendidik, atau mengevaluasi sebuah persoalan. Penulis berniat untuk memberi informasi atau memberi petunjuk kepada pembaca. Eksposisi mengandalkan strategi pengembangan aliena seperti lewat pemberian contoh, proses, sebab-akibat, klasifikasi, definisi, analisis, komparasi, dan kontras.
Contoh tulisan eksposisi adalah berita di media, tips, buku teks, resep dan tulisan ilmiah.

2. Deskripsi ( Descriptive Writing)
Tulisan deskripsi adalah karya tulis berisi gambaran detail tentang sesuatu, baik fiksi maupun non fiksi. Deskripsi adalah gambaran verbal ihwal manusia, objek, penampilan, pemandangan, atau kejadian. Teknik menulis ini menggambarkan sesuatu sedemikian rupa sehingga pembaca dibuat mampu sebagaimana dipersepsi oleh panca indera. Karena dilandaskan pada panca indera, maka deskripsi sangat mengandalkan pencitraan konkret dan rincian atau spesifikasi. Semua ini diniati demi terciptanya impresi dominan yang menjadi tujuan penulisan. Karena pencitraan dan spesifikasi ini, deskripsi menjadi hidup dan sering membuat argument menjadi sangat persuasif. Deskripsi dapat menjelaskan dan mengembangkan sebuah komparasi, proses, definisi, argumen, dan klasifikasi, dan strategi lainnya. Deskripsi bisa bersifat objektif dan subjektif tergantung tujuan penulisan. Deskripsi bisa dibagi menjadi dua: ekspositori dan impresionistis. Ekspositori merujuk pada deskripsi yang logis, sedagkan impresionistis menggambarkan impresi penulis ihwal yang dituliskannya .Contoh tulisan deskripsi termasuk puisi, jurnal, gambaran alam, novel, naskah drama atau gambaran tentang suatu konsep.

3. Argumentasi
Argumentasi adalah karangan yang membuktikan kebenaran atau ketidakbenaran dari sebuah pernyataan. Teks argumen secara tradisional terbagi atas dua kategori, yaitu induktif dan deduktif. Dalam teknik menulis argumen, penulis dapat memilih salah satu atau dua-duanya. Argumen tidak berarti pertengkaran. Dalam teks argumen, penulis menggunakan berbagai strategi atau piranti retorika untuk meyakinkan pembaca ihwal kebenaran atau ketidakbenaran itu. Tulisan argumen mungkin jenis tulisan yang paling sulit dikerjakan. Ia melibatkan semua jenis tulisan lainnya. Inilah tulisan yang menghasilkan sebuah perbedaan atau membuat sesuatu selesai. Subjek yang dibicarakan merentang dari yang ringan sampai persoalan hidup dan mati.

4. Narasi
Narasi adalah tulisan berisi cerita atau penuturan penulisnya tentang kejadian nayat atau fiktif. Narasi berasal dari kata to narrate, yaitu bercerita. Cerita adalah rangkaian peristiwa atau kejadian secara kronologis, baik fakta maupun rekaan atau fiksi. Walau begitu, teknik menulis narasi bisa saja dimulai dari peristiwa di tengah atau paling belakang, sehingga memunculkan flashback. Narasi bisa bergaya kisahan orang pertama sehingga terasa subjektivitas pengarangnya, atau orang ketiga sehingga terdengar lebih objektif. Narasi seringkali berpadu dengan deskripsi dan berfungsi sebagai eksposisi atau persuasi.Contoh tulisan narasi adalah novel, cerita pendek, anekdot dan puisi.

Sumber : Pembelajar KMO dengan beberapa bacaan

Kamis, 23 Januari 2020

UNSUR-UNSUR MENULIS


Menurut pendapat Gie (dalam Nurudin, 2010:5), unsur-unsur dalam menulis terdiri dari:

1. Gagasan, yang dapat berupa pendapat, pengalaman, atau pengetahuan yang ada dalam pikiran seseorang. Gagasan seseorang akan sangat tergantung pada pengalaman masa lalu, pengetahuan yang dimilikinya, latar belakang hidupnya, kecenderungan personal dan untuk tujuan apa gagasan itu ingin dikemukakan.

2. Tuturan (narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, persuasi), yaitu pengungkapan gagasan sehingga dapat dipahami oleh pembaca.

3. Tatanan, yaitu tata tertib pengaturan dan penyusunan gagasan dengan mengindahkan berbagai asas, aturan, teknik, sampai merencanakan, rangka dan langkah.

4. Wahana, sering disebut juga dengan alat. Wahana dalam menulis berarti sarana pengantar gagasan berupa bahasa tulis yang terutama menyangkut kosa kata, gramatika, dan retorika (seni memakai bahasa).

Sumber : Materi Pembelajar KMO

Minggu, 22 September 2019

SOAL MESIN TEKNIK KENDARAAN RINGAN

SOAL ULANGAN TENGAH SEMESTER
TAHUN PELAJARAN 2019 / 2020

Program Studi Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan
Mata Pelajaran :  Mesin Otomotif
Kelas / Semester :   XI TKR1 & XI TKR2  / 4
Waktu :  90 menit
Bentuk Soal :  Pilihan Ganda dan Esay
Jumlah Soal :  30 butir dan 5 soal

Pilihlah jawaban yang kau anggap benar  dengan menyilang huruf a,b,c,d atau e

1.Fungsi sistem bahan bakar bensin  adalah…
A.Untuk mencampur udara dan air.
B.Untuk mencampur air dan bahan bakar.
C.Untuk mencampur udara dan bahan bakar.
D.Untuk mencampur bahan bakar dan minyak.
E.Untuk mendinginkan mesin selama bekerja

2.Komponen pada sistem bahan bakar mekanik dibawah ini adalah:
A.Tangki bahan bakar, pompa bahan bakar, suspense
B.Tangki bahan bakar, pompa bahan bakar,karburator
C.Tangki bahan bakar, propeler, karburator
D.Tangki bahan bakar, transmisi, suspense
E.Tangki bahan bakar,pompa bahan bakar, radiator

3.Pada sistem bahan bakar terdapat tiga saluran bahan bakar yaitu saluran yang menyalurkan :
A.Bahan bakar dari tangki ke pompa bahan bakar, bahan bakar kembali dari karburator ke tangki, dan gas HC dari dalam tangki bahan bakar ke charcoal canister.
B.Bahan bakar dari tangki ke karburator, bahan bakar kembali dari karburator ke tangki, dan gas HC dari dalam tangki bahan bakar ke charcoal canister.
C.Bahan bakar dari tangki ke venturi, bahan bakar kembali dari karburator ke tangki, dan gas HC dari dalam tangki bahan bakar ke charcoal canister.
D.Bahan bakar dari tangki ke pompa bensin dan karburator saja
E.Bahan bakar dari tangki ke pelampung, bahan bakar kembali dari karburator ke tangki, dan gas HC dari dalam tangki bahan bakar ke charcoal canister.

4.Pompa bahan bakar ada 2 jenis, yaitu :
A.Mekanik dan Buatan
B.Elektronik dan Mekanik
C.Listrik dan Plastik
D.Plastik dan Alumunium
E.Listrik dan Mekanik

5.Yang berfungsi untuk menampung sementara uap bensin yang berasal dari ruang pelampung pada karburator yaitu:
A.Tangki bahan bakar
B.Filter.   
C.Charcoal canister
D.Karburator
E.Pelampung

6. Yang berfungsi untuk merubah bahan bakar dalam bentuk cair menjadi kabut bahan bakar dan mengalirkan ke dalam silinder sesuai dengan kebutuhan mesin yaitu :
A.Tangki bahan bakar
B.Filter
C.Pompa bahan bakar
D.Radiator
E.Karburator

7.Fungsi utama pompa bahan bakar adalah
A.Menampung bahan bakar
B.Menekan bahan bakar ke saringan
C.Mengisap bahan bakar
D.Mengisap dan menekan bahan bakar ke karburator
E.Mengukur jumlah bahan bakar yang akan di pompa

8. Agar dapat bekerja sesuai dengan kondisi kerja mesin, maka karburator dibagi menjadi beberapa system. Manakah dibawah ini yang bukan system pada karburator …
A.Sistem cuk
B.Sistem Pelampung
C.Sistem Kecepatan rendah
D.Sistem Tenaga
E.Sistem Pengisian

9. Apa fungsi sistem idle…
A.Mengalirkan bensin dan udara(campuran) pada saat katup gas terbuka penuh
B.Menyalurkan bensin dan udara(campuran) pada saat katup gas hampirtertutup(pedal gas tidak diinjak)
C.Menyalurkan campuran pada saat mesin dingin
D.Menyalurkan campuran pada saat mesin panas
E.Menyalurkan bensin dan udara(campuran) pada saat katup gas hampirtertutup(pedal gas tidak diinjak)

10. Perbandingan udara dan bahan bakar pada mesin tergantung dari temperatur, beban, kecepatan mesin dan kondisi lainnya. Tetapi secara teoritis perbandingan udara dan bahan bakar adalah ...
A. 1 : 1
B. 5 : 1
C. 8 : 1
D. 15 : 1
E  18 : 1

11.  Komponen yang berfungsi untuk menghisap oli dari bak oli kemudian menekan dan menyalurkan ke bagian- bagian mesin yeng bergerak adalah ...
A. Oli filter
B. Relief valve
C. By pass valve
D. Oil pump
E. Oil pan
       
12. Suatu badan yang mengklasifikasi kekentalan oli adalah ...
A. API
B. UNESCO
C. SD
D. SAE
E. USA

13. Kualitas oli mesin didklasifikasikan sesuai dengan standar ...
A. SAE
B. API
C. UNESCO
D. CA
E. USA

14. Sifat utama dari oli mesin adalah ...
A. Sebagai pelumas
B. Sebagai bahan bakar
C. Sebagai variasi
D. Sebagai pengharum
E. Semua benar

15. Bila mesin tidak ada sistem pendingin maka mesin akan mempercepat ...
A. Keausan                                                 
B. Kerusakan
C. Gesekan                                                 
D. Benturan
E. Semua benar

16. Komponen yang berfungsi mendinginkan cairan pendingin yang telah menjadi panas, setelah melalui saluran water jacket adalah ...
A. Pompa air                                                   
B. Slang karet
C. Radiator                                                     
D. Reservior tank
E. Thermostat

17. Semacam katup yang membuka dan menutup secara otomatis sesuai temperatur cairan pendingin disebut ...
A. Pompa air                                               
B. Pompa oli
C. Kipas pendingin                                     
D. Thermostat
E. Radiator

18. Kipas pendingin digerakan oleh poros engkol melaui ...
A. Rantai                                                   
B. Fly wheel
C. Kelistrikan                                         
D. Motor starter
E. Belt

19. Aliran air sistem pendinginan air pada saat katup termostat menutup adalah ...
A. mantel air – pompa air – mantel air
B. mantel air – selang by pass – pompa air – mantel air
C. mantel air – selang atas – radiator – selang bawah - pompa  air – mantel air
D. mantel air – katup termostat – selang atas – radiator – selang bawah - pompa air – mantel air
E. mantel air – selang by pass – katup termostat – selang atas – radiator –selang bawah - pompa  air – mantel air

20.   Alat yang digunakan untuk memeriksa tekanan tutup radiator adalah ...
A. pressure tester
B. radiator cap tester
C. vacuum cap tester
D. barometer
E. hydrometer

21. . Bagian atas yang terpasang dengan blok silinder adalah ...
A. Poros engkol                               
B. Kepala silinder
C. Bak oli                                   
D. Roda penerus
E. Bantalan

22. Kepala silinder terbuat dari bahan ...
A. Paduan Aluminium                                   
B. Besi beton
C. Besi mulia                                   
D. Perunggu
E. Seng

23. Komponen yang berfungsi untuk mencegah kebocoran gas pembakaran, air pendingin dan oli, yang letaknya diantara blok silinder dan kepala silinder adalah ...
A. Separator
B. Drain hole
C. Water jacket
D. Piston
E. Gasket

24. Untuk mencegah pemuaian piston harus ada jarak yang tersedia dengan temperatur ruang 250c disebut ...
A. Piston clearance
B. Separator
C. Oil control ring
D. Pegas
E. Drain hole

25. Komponen yang berfungsi untuk mencegah kebocoran campuran udara dan bensin, dan gas pembakaran dari ruang bakar ke bak engkol selama langkah kompresi dan usaha adalah ...
A. Pegas pengontrol oli
B. Celah ujung pegas
C. Pena torak
D. Pegas kompresi
E. Integral

26. Nama bagian dari connecting rod yang berhubungan dengan poros engkol adalah ...
A. Bantalan
B. Small end
C. Big end
D. Crank arm
E. Crank pin

27. Tempat melekatnya piston dan connecting rod  pada poros engkol adalah ...
A. Oilhole
B. Crank journal
C. Crank pin
D. Crank arm
E. Counter balance weight

28. Komponen yang berfungsi untuk menyimpan moment tenaga putaran adalah ...
A. Roda penerus
B. Bantalan
C. Pena torak
D. Batang penekan
E. Poros engkol

29. Yang berfungsi untuk menjamin keseimbangan putaran yang ditimbulkan selama mesin beroperasi pada poros engkol adalah ...
A. Oilhole
B. Crank pin
C. Crank Journal
D. Crank arm
E. Counter balance weight

30. Apa akibatnya apabila celah torak terlalu sempit ...
A. Mesin akan terawat
B. Akan merusak dinding silinder
C. Tekanan kompresi bagus
D. Kemampuan mesin turun
E. Tenaga menjadi kuat

B. SOAL ESAY
1. sebutkan komponen mesin yang bergerak ?
2. Sebutkan komponen mesin yang tidak bergerak
3. Sebutkan komponen sistem pelumasan dan fungsinya ?
4. Sebutkan komponen sistem pendingin air dan fungsinya ?
5. Sebutkan komponen sistem bahan bakar dan fungsinya ?

Jumat, 20 September 2019

PEMASARAN BUKU

MEMBUAT BUKU
( Bagian Pemasaran)
Nara sumber : Ustadz Cahyadi Takariawan

     Setelah buku selesai ditulis, di edit, dan diterbitkan dengan memilih beberapa metode, dan kalau sudah jadi bukunya maka tinggal bagaimana memasarkan buku tersebut.
Ada banyak jenis / cara memasarkan buku, tapi Pak Cah menyederhanakannya menjadi 3 bagian:

1. Memasarkan buku secara Off line

Pertama, buku yang dipasarkan secara offline yaitu pemasaran langsung dari penjual ketemu langsung dengan pembelinya. Mekanisme ini yang lazim dijumpai apabila buku kita di jual di toko-toko buku,  di tempat pameran, atau tempat yang mendisplay buku tersebut.  Bisa juga dengan pemasaran direct (langsung dari rumah ke rumah), menawarkan, membawa buku di bawa dari rumah ke rumah, atau pas ada kegiatan yang melibatkan banyak orang, seperti seminar atau kegiatan-kegiatan keramaian, di situ kita display buku-buku kita untuk di jual langsung.

2. Memasarkan buku secara On line.

Kedua, Pemasaran secara Online. Dengan cara ini kita harus menggunakan media-media yang secara online, seperti dipasarkan melalui facebook, instagram, website, blog, atau melalui gruop-group chating (WA, Telegram, dan lain-lain).
Metode pemasaran online pada saat sekarang  menjadi trend, banyak barang yang di jual secara online termasuk juga buku.

3. Menggabungkan dari pemasaran offline dan online.

    Ketiga, Penggabungan secara offline dan secara online.
Yaitu di jual offline iya, di jual online juga iya. Jadi ada offline ada juga online, dan dua-    duanya di tempuh.

(Belajar bersama pak Cahyadi Takariawan di Pembelajar Alineaku

PENERBITAN BUKU

MEMBUAT BUKU
( Bagian Penerbitan)
Nara sumber : Ustadz Cahyadi Takariawan

     Bagaimana proses menerbitkan sebuah buku?.  Sebelumnya sudah dibicarakan sejak dari mulai pra penulisan, proses penulisan,dan editing. Seterusnya tibalah saatnya memikirkan bagaimana menerbitkan buku tersebut.Zaman sekarang proses penerbitan buku sangat mudah, gampang tidak seperti dahulu karena banyak sarana yang dapat digunakan dan tersedia dalam proses penerbitan sebuah buku.

Dalam proses penerbitan buku menurut  ada 3 metode, yaitu:

1. Menerbitkan Buku Sendiri  (Self Publishing)

     Kita punya naskah, kita terbitkan sendiri. Dalam menerbitkan buku maka akan dikenal penerbit dan percetakan. Ada perbedaan antara percetakan dan penerbit. Pada Percetakan, mereka memiliki izin usaha untuk percetakan dan hanya mencetak, mencetak undangan, mencetak poster dan lain-lain mereka bukan penerbit.  Sedangkan penerbit, punya izin sebagai penerbit buku. Dengan demikian tidak setiap percetakan adalah penerbit, dan tidak setiap penerbit adalah percetakan.  Antara percetakan dan penerbit bisa jadi satu atau bisa juga menjadi hal yang berbeda

   Dalam self publishing kita hanya sebagai penerbit bukan percetakan. Dalam hal ini tinggal diputuskan apakah semua bagian mau dikerjakan sendiri atau dikerjakan oleh tim. Kalau kita putuskan dikerjakan sendiri, maka pembuatan naskah, editing, pembuatan cover semua dikerjakan sendiri. Tetapi kalau kita putuskan dikerjakan oleh tim maka ada proses yang bukan kita yang mengerjakannya. Kalau sudah siap maka tinggal di bawa ke percetakaan saja, dimana dipercetakan tersebut tergantung perjanjian kita.

   Pada self publishing tidak ada nama penerbit yang ditulis di covernya melainkan judul buku dan nama penulis saja.

2. Penerbit "Indi", atau kalau dipanjangkan adalah "Indipenden". Yaitu apabila buku diterbitkan secara mandiri dan menawarkan diri untuk menerbitkan serta sudah berizin.

   Antara penerbit indi dan penerbit major berbeda. Kalau pada penerbit indi tidak punya persyaratan harus berapa eksemplar atau tidak mematok berapa minimal maupun maksimal. Penerbit indi memenuhi permintaan customer. Dalam tampilan covernya terdiri dari judul, penulis, penerbit. Sedangkan pada penerbit major mereka punya standar dalam menentukan berapa eksemplar.

   Penerbit Indi sudah banyak di kota-kota dan mereka bersedia membantu kita untuk kepentingan penerbitan sebuah buku / mendanai penerbitan buku kita namun ada yang menerbitkan saja tanpa membiayai. Bedanya dengan self publishing, dalam penerbitan indi ini ada nama penerbit. Kesamaannya mau dikerjakan sendiri atau dikerjakan dengan tim.

3. Penerbit Mayor

   Penerbit Mayor adalah penerbit yang paling dikenal oleh masyarakat selama ini secara luas. Penerbit yang sudah berizin, memiliki jaringan pemasaran dan relatif bercorak nasional. Pada jaman dahulu ini satu-satunya penerbit.

   Penerbit mayor adalah sebagai pelaku bisnis, sehingga apabila kita mau menggunakan jasanya tidak mudah, kita harus mengantri dengan penulis lain yang sama ingin menerbitkan bukunya. Penerbit mayor menghendaki semua buku yang dicetak itu laku, sehingga pasti mereka akan menyeleksi naskah yang kita masukkan dengan sangat detail.

   Bagi penulis pemula yang belum dikenal, maka harus terlebih dulu mengajukan proposal kepada penerbit mayor.  Namun apabila kita sudah menjadi penulis yang terkenal dan tulisan kita sudah banyak yang best seller, maka bukan kita yang mengajukan proposal, tapi penerbit mayor sendiri yang akan menawarkan untuk proposal penerbitannya.

   Setelah kita memasukkan naskah ke penerbit mayor, maka nanti kita akan mendapat balasan diterima atau tidaknya naskah kita. Kalau tidak diterima maka kita harus mencari penerbit lain. Namun apabila kita diterima maka kita akan melakukan kontrak kerjasama dengan penerbit mayor, dan biasanya mereka akan mengajukan beberapa pasal dalam perjanjian. Pantaulah prosesnya.
   Semua metode yang disebutkan di atas tadi tentunya ada plus dan minusnya, yang paling penting kenali dulu dan baru kita kerjakan.

(Belajar Bersama Pak Cahyadi Takariawan di Pembelajar Alinea)

HAKEKAT GURU

HAKEKAT GURU Pengertian guru menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti orang yang mengajar. Jika profesinya mengajar baik di seko...