Sabtu, 25 Desember 2021

KETAGIHAN JENGKOL


Arman tidak pernah membayangkan olahan masakan  yang dimakan  dulunya tidak disukai.  Olahan masakan tersebut terbuat dari bahan baku yang memiliki bau khas. Salah satu contoh olahan masakan yang dimakan dengan nasi uduk ini memang mempunyai dampak bau pada mulut dan bau saat buang air kecil.

Namun karena Ibu Yati sering memasaknya, pelan namun pasti Arman menyukainya. Apalagi olahan masakan beraneka ragam bisa ditemukan diwarung makan. Seperti halnya rindu obatnya harus bertemu maka jika tidak menemukan menu masakan tersebut dalam beberapa hari pasti akan dicari.

“Ini masakan apa Bu,”tanya Arman kepada ibunya yang sedang menyiapkan sarapan.

“Ini semur jengkol, Nak,” jawab Ibu Yati.

“Jengkol kan membuat bau mulut Bu,”protes Arman.

“Sudah nikmati saja, pasti Kamu nanti ketagihan,” bujuk Ibunya.

Akhirnya Arman makan semur jengkol masakan Ibu Yati dan mulai menikmati rasanya. Ternyata selama ini pemikirannya salah menganggap olahan jengkol tidak enak karena memiliki bau yang tak sedap.

Olahan masakan yang menjadi candu bagi Arman tersebut adalah olahan dari jengkol.  Jengkol adalah tumbuhan khas diwilayah Asia Tenggara. Masyarakat Indonesia mengenalnya sebagai bahan pangan.

Dibalik baunya yang khas, jengkol ternyata memiliki banyak khasiat buat tubuh. Diantaranya mencegah jantung coroner, diabetes, maag, menguatkan tulang dan gigi, meningkatkan protein dan menstabilkan organ vital pada tubuh.

“Sebenarnya, jika jengkol dimasak dengan baik, baunya bisa berkurang,”kata Bu Yati,” bahkan bila proses pemasakan yang benar membuat jengkol tambah lezat dan legit.”

Untuk menikmati cita rasa masakan jengkol Arman pernah singgah di rumah makan Republik Jengkol. Rumah makan milik Bapak Fathoni yang terletak di Kramat Jati, Jakarta Timur.

Rumah makan tersebut menyuguhkan segala hidangan berbahan jengkol. Jika kita menghindari makan jengkol karena bau serta rasanya pahit, semua akan sirna.

Menu yang disediakan mulai dari tongseng dan pasta. Selain itu ada rendang, semur dan balado yang semuanya berbahan jengkol. Bapak Fathoni memulai usaha ini karena istrinya suka makan jengkol.

“Saya mencoba mengolah supaya jengkol tidak bau,” jelas Pak Fathoni.

Akhirnya dengan berbagai percobaan didapat resep agar jengkol tetap lezat disantap dan tak berbau. Setelah dirasa berhasil maka dibuatlah beberapa menu dari jengkol.

Semenjak berkunjung ke rumah makan Pak Fathoni, Arman menemukan tempat untuk kuliner jengkol yang cocok dilidah. Selama ini anggapan bahwa jengkol bau dan tidak enak ternyata ditangan orang-orang yang tepat bisa menjadi pilihan untuk kuliner dengan rasa yang membuat ketagihan.

 

Cerita Mini

Tangsel, 25 Desember 2021



3 komentar:

  1. Saya suka jengkol dan bisa memasaknya menjadi semir yang enak. Tapi saya tidak makan karna tahu akan ketagihan 😁. Tulisan yg keren

    BalasHapus
  2. Mangsa pasaran pun hampir sama denga harga daging sapi dan kerbau

    BalasHapus
  3. Info resep dikemas cerita .keren Pak Bagus.

    BalasHapus

HAKEKAT GURU

HAKEKAT GURU Pengertian guru menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti orang yang mengajar. Jika profesinya mengajar baik di seko...