Rabu, 22 September 2021

AMALAN BERPAHALA HAJI

 

Akibat pandemi maka ibadah haji ditiadakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) . Ini menjadi faktor utama pembatalan pelaksanaan ibadah haji sebagai rukun islam kelima. Akibat pembatalan tersebut tentunya membuat calon jamaah haji kecewa. 

Sebagai orang yang beriman tentunya kita harus menerima takdir tersebut. Untuk menentramkan hati yakinlah bahwa ini ketentuan dari Allah SWT. Tentunya semua ada hikmahnya. Jangan bersedih dan jangan khawatir  karena sesungguhnya Allah SWT  Dzat yang Maha Bijaksana yang telah menyiapkan amalan-amalan yang mempunyai pahala senilai haji bagi hamba-hambanya yang ditakdirkan tertunda apakah karena wabah atau bagi mereka yang belum ada kesempatan dan kemampuan untuk melaksanakan haji.

Amalan pertama adalah shalat lima waktu berjamaah di masjid. Dari Abu Umamah RA. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda (yang artinya ) “Siapa yang berjalan menuju shalat wajib berjamaah maka ia seperti berhaji. Siapa yang berjalan menuju shalat sunnah maka ia seperti melakukan umrah yang sunnah” [HR Thabrani dalam Al Mu'jam Al Khabir ]

Amalan kedua membaca tasbih, tahmid dan takbir setelah shalat.  Nabi Shallallahu wasallam bersabda (yang artinya) “Maukah kalian aku ajarkan suatu amalan yang dengan amalan tersebut kalian akan mengejar orang yang mendahului kalian dan dengannya dapat terdepan dari orang yang setelah kalian. Tidak ada seorangpun yang lebih utama daripada kalian kecuali orang yang melakukan hal yang sama seperti yang kalian lakukan. Kalian bertasbih,  bertahmid dan bertakbir di setiap akhir shalat sebanyak 33 kali” [HR Bukhari]

Amalan ketiga melakukan shalat  sunnah isyraq. Dari Anas bin Malik RA Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda (yang artinya) “Barangsiapa yang melaksanakan shalat subuh secara berjamaah lalu ia duduk sambil berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit kemudian ia melaksanakan shalat dua rakaat maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umrah” Beliau pun bersabda sempurna, sempurna  dan sempurna [HR Tirmidzi]

 Amalan keempat adalah menghadiri majelis ilmu di masjid. Dari Abu Umamah RA, Nabi bersabda(yang artinya) ”Siapa yang berangkat ke masjid yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkannya kebaikan ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya” [HR Thabrani dalam al Mu'jam al Kabir]

Amalan kelima  adalah berbakti pada orang tua. Rasulullah bersabda(yang artinya)  “Bertakwalah kepada Allah dengan berbuat baik kepada ibumu. Jika engkau berbuat baik padanya maka statusnya adalah seperti berhaji, berumrah dan berjihad [HR Ath Thabrani dalam al Mu'jam al Ausath]

Kesimpulannya bagi yang belum berkesempatan ibadah haji maka ada amalan yang senilai dengan haji. Semoga kita bisa melaksanakan dengan konsisten dan komitmen yang baik.

Sumber : Republika Hikmah  A. Zulkarnaen

1 komentar:

HAKEKAT GURU

HAKEKAT GURU Pengertian guru menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti orang yang mengajar. Jika profesinya mengajar baik di seko...