Minggu, 22 November 2020

Kenali Arti Huruf dan Angka pada Transmisi Otomatis

Dalam perkembangannya transmisi otomatis mengalami perkembangan, dengan banyak digemarinya mobil-mobil bertransmisi otomatis atau mobil matik. Bahkan kalau dari angka penjualanpun rata-rata didominasi  mobil dengan transmisi otomatis.


Sebagai contoh dari Business Innovation and Sales &Marketing  Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengatakan bahwa secara rasio perbandingan penjualan mobil bertransmisi otomatis dan manual masih berada pada kisaran 65 % berbanding 35 %.

Tren ini juga dirasakan oleh Mitsubishi Xpander, Low MPV sejak awal diluncurkan tipe transmisi otomatis lebih laku. Sepanjang 2018 varian dengan transmisi otomatis terjual 54.103 unit. Sedangkan tipe manual terjual 21.062 unit.

Namun menurut data Wholesales Gaikindo tahun 2018 untuk Toyota Avanza dengan tipe manual lebih merajai dengan total 66.464 unit, sementara tipe matiknya meraih 15.703 unit.

Untuk Daihatsu  Xenia tipe dengan transmis  manual laku 26.704 unit dan transmisi otomatisnya terjual 2.817 unit.

Dari gambaran tersebut diatas dengan perkembangan transmisi otomatis yang semakin meningkat, hampir semua lapisan masyarakat memilih mobil dengan transmisi otomatis, termasuk orang yang baru mengendarai mobil.

Khusus untuk pengendara baru atau green driver ada beberapa hal yang harus diketahui sebelum mulai mengemudikan mobil otomatis / mobil matik. Karena banyak kasus kecelakaan mobil terjun dari atas gedung parkir atau tiba-tiba berganti jalur dan menabrak kendaraan lain. Hal ini karena salah satunya kelalaian pengemudi yang belum paham mekanisme tuas transmisi otomatis tersebut.

Paling utama untuk menggemudi  adalah mengenal arti huruf dan angka pada tuas transmisi mobil karena ini penting apalagi buat pengemudi pemula.

Pada tuas transmisi otomatis / mobil matik itu terdapat  kombinasi huruf dan angka  seperti  P-R-N-D-2-L

Masing-masing tanda bukan mengindikasikan percepatan gigi seperti pada tuas transmisi manual melainkan fungsi. Agar lebih paham berikut penjelasannya :

a. P atau Parkir adalah posisi kendaraan parkir, transmisi terkunci pada  posisi ini sehingga kendaraan tidak bisa di dorong. Posisi ini juga merupakan awal saat kita menhidupkan mesin dan melepaskan kunci kontak.

b. R atau reverse fungsinya untuk memundurkan kendaraan

c. N atau Netral, posisi gir netral hubungan mesin dengan roda dalam keadaan bebas

d. D atau Drive adalah posisi untuk berjalan maju pada kondisi normal

e. 2/ S atau second adalah posisi untuk berjalan maju di medan pegunungan. Posisi ini ada di maksimum gigi kedua yang  bisa juga digunakan engine brake.

f. 1 / L atau Low adalah posisi maju pada gigi satu hanya digunakan pada saat berkendara medan yang menanjak curam.


Demikian penjelasan arti huruf dan angka pada transmisi otomatis.

Jumat, 20 November 2020

MENGENAL MOBIL BMW 318i E36


 

Satu lagi mobil sedan keluaran BMW yang digandrungi anak muda yaitu BMW 318i E36. BMW 318i E36 yang merupakan penerus produksi dari BMW 318i E30 M40 yang lebih klasik. Spesifikasi, model dan bentuknya nya pun tidak jauh beda dengan versi sebelumnya, desainnya masih mengandalkan kesan kotak namun lebih besar sedikit. Mobil ini merupakan tipe terendah dari BMW seri 3 yang dijual di indonesia antara tahun 1992 hingga tahun 1998 dengan berbagai varian mesin.

BMW 318i E36 menggunakan mesin dengan kode M40 yang diproduksi dari tahun 1992 hingga 1994 dan yang  di produksi dari tahun 1996 hingga 1998 menggunakan mesin ber-kode mesin M43. Perbedaan antara mesin BMW M40 dan M43 yang utama adalah pada sistem injeksi-nya dan penggunaan rantai keteng pada mesin(sebelumnya timmingbelt).

Maka mesin M43 yang baru dengan penyempurnaan tersebut dapat menghasilkan tenaga yang sedikit lebih besar namun lebih hemat bahan bakar. Kalau dari kapasitas mesin keduanya sama persis, yaitu 1796 cc yang kemudian dibulatkan menjadi 1800 cc.

Pesaing mobil ini adalah Toyota Great Corolla yang diteruskan Toyota New Corolla Al New, Mitsubihi Lancer CB (Evo 3) dilanjutkan Mitsubishi Lancer CK (Evo 4), Honda Civic Genio yang dilanjutkan Honda Civic Verio.Membahas spesifikasi mesin 318i kode mesin M40 dan M43 memiliki kesamaan konfigurasi, 4 silinder segaris SOHC, namun tenaga yang dihasilkan berbeda. Untuk mesin M40 dapat menghasilkan tenaga 116HP pada putaran 5500 RPM, sedangkan M43 hanya 115 HP pada putaran yang sama. Untuk torsi M40 menghasilkan 165Nm pada putaran 4250 RPM, M43 sendiri menghasilkan 168Nm pada putaran 3900 RPM.

 

Untuk konsumsi bahan bakar dari mobil ini adalah 1 berbanding 6 hingga 9 kilometer per liter untuk rute dalam kota dan 1 : 10 hingga 12 kilometer untuk rute luar kota.

 

Kelebihan mobil ini adalah : Harga terjangkau, desain body timeless, handling istimewa, kabin senyap, bantingan mantab dan radius putar kecil.

Kelemahan nya  : suara mesin kasar, underpower dan akselerasi lambat, kabin terasa sempit, lapisan interior rentan  rusak karena iklim tropis, lampu LED pada OBC sering rusak, perawatan sedikit mahal, airflow sering bermasalah, relative boros

 

(Tugas PMKR : Juniadi Gitawan)

 

Selasa, 27 Oktober 2020

Peran Teknologi Pembelajaran di Masa Pandemi

  

Tak disangka oleh semua elemen pendidikan, bahkan mengharapkan pembelajaran dilakukan dari jarak jauh. Semua materi yang biasa disampaikan didepan kelas pun berubah. Tatap muka antara guru dan murid tak terlaksana. Semua berubah karena adanya pandemi Covid 19.

Virus Covid 19 yang konon berasal dari China, awalnya dianggap virus yang biasa. Namun semenjak penyebarannya cepat dan banyak yang meninggal dunia membuat negara kita langsung bergerak.

Pembelajaran dilakukan dirumah. Bekerja dari rumah. Bahkan beribadah pun dari rumah. Sekolah-sekolah sepi dari hiruk pikuk peserta didik. Perkantoran sepi dari lalu lalang pekerja. Masjid sepi dari suara adzan. Ujian Nasional didepan mata ikut di batalkan.

Virus Covid 19 membuat materi disampaikan dari rumah. Siswa menerima pelajaran dari rumah. Agar materi bisa sampai ke siswa perlu adanya teknologi yang mendukung agar mempermudah pembelajaran jarak jauh. Karena pembelajaran jarak jauh ini program yang mendadak dan terpaksa maka guru pun awalnya mengalami kebingungan. Tidak semua guru menguasai teknologi pembelajaran dengan baik.

Kendala pembelajaran jarak jauh adalah guru cenderung focus pada penuntasan kurikulum. Waktu pembelajaran yang kurang membuat guru tidak mungkin memenuhi beban jam mengajar. Guru kesulitan komunikasi dengan orang tua sebagai mitra di rumah.

Kesulitan orang tua yaitu tidak semua orang tua mampu mendampingi anaknya belajar dirumah karena ada tanggungjawab lainnya. Kesulitan orang tua dalam memahami pelajaran dan memotivasi saat mendampingi belajar dirumah.

Sedang kendala peserta didik adalah kesulitan konsentrasi belajar dari rumah dan mengeluhkan beratnya tugas dari guru. Peningkatan rasa stress dan jenuh akibat isolasi berkelanjutan karena belajar dirumah.

Untuk mengatasi hal tersebut maka pembelajaran jarak jauh harus menyenangkan. Pembelajaran jarak jauh dapat dikategorikan dalam pembelajaran daring dan pembelajaran luring. Pembelajaran daring adalah metode belajar yang menggunakan model interaktif berbasis internet dan learning manajemen system. Seperti Zoom, google meet. Google classroom, edmudo dan lain-lain. Pembelajaran daring menggunakan aplikasi dan tidak tatap muka. Guru dan peserta didik terhubung dengan jaringan internet.

Sedangkan pembelajaran luring atau luar jaringan adalah pembelajaran offline. Pembelajaran tidak terhubung internet. Pembelajaran menggunakan media misalnya televise atau radio. Guru bisa berkunjung dengan kelompok-kelompok kecil.

Guru sebelum menentukan pembelajaran daring atau luring yang akan dilaksanakan maka alangkah baiknya guru mengetahui latar belakang peserta didiknya. Guru harus mengetahui kondisi ekonomi peserta didiknya. Karena dengan mengetahui  keadaan peserta didiknya maka guru dapat dengan tepat menggunakan teknologi pembelajarannya.

Materi  dari guru harus tersampaikan dengan baik. Perlu adanya diskusi antara guru, orang tua dan murid untuk menentukan teknologi PJJ yang tepat. Menerapkan pembelajaran di era pembiasaan baru dengan memperhatikan keragaman siswa. 

Penggunaan aplikasi whatsapp yang sudah familiar untuk guru dan siswa bisa digunakan. Namun kelemahannya guru tidak bisa memantau secara pasti apakah siswa belajar atau tidak. Pemberian materi dan diakhiri dengan tugas sebagai bukti keaktifan siswa juga membuat siswa mengeluh karena semua guru memberi tugas.

Penggunaan whatsaap bisa dimaksimalkan dengan menekan keluhan siswa. Tidak setiap materi perlu ada tugas yang harus dikumpulkan. Sesekali gunakan emoticon di whatshapp untuk mengungkapkan perasaan siswa serta sebagai bukti kehadiran.  Materi pembelajaran video bisa langsung dishare di aplikasi ini. Rekaman suara guru dan siswa juga bisa ditampilkan. Maksimalkan juga untuk diskusi tentang materi sehingga semua siswa bisa aktif.

Sebenarnya guru sudah mulai beradaptasi dengan PJJ. Terbukti dengan adanya PJJ guru bertambah kemampuannya. Dulu seorang guru mengajar di depan kelas, berbicara didepan siswanya  mungkin dengan laptop dan infokus materi tersampaikan. Sekarang materi disampaikan dengan menggunakan video pembelajaran.  Kemampuan guru merekam, mengedit dan mengatur materi sehingga menjadi video pembelajaran  meningkatkan skill kemampuan guru. Siswa melihat materi yang disampaikan guru melalui youtube. Namun masalah timbul karena tidak semua siswa memiliki quota yang berlebih. Akhirnya sekolah memberikan bantuan pulsa.

Penggunaan  Zoom meeting dan aplikasi lain sebetulnya membantu guru bisa bertatap muka dengan siswa. Bisa melihat kondisi siswa saat belajar. Diskusi materi pelajaran bisa berlangsung. Namun kendala muncul selain aplikasi yang menyedot pulsa, beberapa handphone terkendala dan ternyata beberapa siswa  menonaktifkan video saat materi berlangsung. Sehingga kurang efektif.

Teknologi pembelajaran yang digunakan sebenarnya bukan masalah canggih dan tidaknya aplikasi tersebut. Teknologi bukan segalanya. Tergantung kita menggunakannya. Yang paling tahu tentang kondisi siswa, tentunya kita para guru. Namun yang utama dengan teknologi pembelajaran yang digunakan guru bisa menyapa siswanya belajar dari rumah (BDR), bisa memperhatikan kondisi siswa dan tentunya membuat siswa senang selama belajar dari rumah.

Dengan teknologi yang tepat maka pembelajaran daring dan pembelajaran luring akan membuat peserta didik senang.

Semoga Pandemi Covid 19 ini cepat berlalu. Pembelajaran tatap muka segera bisa teralisasi dan hidup normal lagi.

 

#PGRI #KOGTIK #EPSON #KSGN

 

 

Profil Penulis

Agung Pramono,SPd 


Dilahirkan di Jakarta 26 Desember 1973. Guru di SMKN 1 Jakarta

Bertempat tinggal di Puri Serpong 1, Blok D1. No.08, Desa Setu, Kec,Setu, Kota Tangerang Selatan, Propinsi Banten.

Hoby menulis dan olah raga dengan prinsip hidup bermakna bagi orang lain.

Kamis, 17 September 2020

Nilai Karakter Tumbuh di Masa Pandemi Covid 19



    Pendidikan di Indonesia awalnya berjalan sepeti biasa. Berita tentang pandemi Covid 19 dari beberapa negara tetangga seakan biasa saja. Namun semenjak adanya warga Negara Indonesia ada yang positif  Covid 19 semua berubah drastis.  Ujian Nasional yang menunggu hari dibatalkan. Semua pembelajaran dari berbagai tingkat dihentikan. Perubahan yang begitu mendadak membuat semua elemen kebingungan.  Pembelajaran jarak jauh menjadi solusi untuk mengganti petemuan dengan siswa. Siswa yang biasanya belajar di sekolah, mendadak belajar dari rumah. 

    Untuk menyikapi hal ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki aplikasi belajar online. Aplikasi ini tidak  berbayar dan berkualitas.  Nama aplikasinya adalah rumah belajar. Portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar seta fasilitas yang mendukung untuk belajar.  Belajar menjadi asik dan menarik. Rumah  belajar bisa belajar dimana saja, bisa belajar kapan saja dan siapa saja. Fitur-fitur yang tersedia antara lain :  fitur sumber belajar, kelas maya,bank soal, laboratorium maya dan sumber belajar yang lainnya.

Selain rumah belajar kemendikbud melalui Pusat Penguatan Karakter  menyelenggarakan webinar series cerdas berkarakter . Untuk bulan Agustus terselenggara 4 webinar series cerdas berkarakter.

Webinar 6, 8 Agustus 2020 dengan tema “Kurikulum Kondisi Khusus, Adaptasi Pembelajaran Kebiasaan Baru”. Kebijakan pembelajaran di masa pandemic Covid-19 dengan adanya  kurikulum darurat kondisi khusus.. Perampingan kurikulum untuk  mengacu pada kompetensi essensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran. 

Webinar 7, 15 Agustus  2020 dengan tema “ Sinergi Pembelajaran Kondisi Khusus”. Pentingnya guru peran dinas pendidikan, sekolah, kelompok kerja guru dan orang tua harus sinergi demi tercapainya pelaksanaan pendidikan yang optimal

Webinar 8, 22 Agustus 2020 dengan tema “Mengelola Pembelajaran Adaftif, Fleksibel dan Akomodatif”. Masih dalam rangka penyesuaian kebijakan pembelajaran dimasa pandemic dengan menerapkan kurikulum dalam kondisi khusus serta memaksimalkan pengelolaan pembelajaran yang adaftif, fleksibel dan akomodatif. Materi yang diberikan guru bersifat konstekstual, kongkrit dan relevan sehingga bermakna bagi siswa. Materi bilangan dilakukan dengan menghitung mainan yang ada dirumah. Pembelajaran dilakukan dengan cara menyenangkan.

Webinar 9, 29 Agustus 2020 dengan tema “ Tetap Produktif di Masa Penuh Tantangan, Vokasi Kuat Menguatkan Indonesia. Menguatkan implementasi pembelajaran produktif dan praktik kerja industry SMK pada kondisi khusus. Masa pandemic tetap ada yang dilakukan untuk siswa SMK yang identik dengan praktik. Peran strategi SMK harus tetap produktif ditengah situasi menantang ini.

Kesimpulan webinar yang dilakukan melalui pusat penguatan karakter ini sangat bemanfaat. Untuk kedepannya perlu ditingkatkan baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

    
Setiap webinar selalu ditampilkan video dan film animasi yang menggambarkan pentingnya penguatan karakter. Seorang siswa yang putus sekolah dengan bantuan temannya saling bergotong royong, siswa tersebut bisa kembali sekolah. Seorang anak kost yang rela berkorban tidak pulang kampung demi kesehatan orang tuanya dimasa pandemic Covid 19 ini, dibelikan masker dan makanan. Semua gotong royong mengamalkan pancasila. Aku, kamu dan dia pancasila.

    Dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah kami, banyak siswa yang terkendala dengan kuota dan handphone. Dengan gotong royong dan rela berkorban,  ada sumbangan dari guru dan siswa lainnya untuk membeli pulsa dan menyumbangkan handphone. Semua kompak demi terlaksananya pembelajaran di masa pandemic Covid 19 ini. Semoga Covid 19 segera berlalu dan pembelajaran kembali seperti semula.(Agung Pramono)


Senin, 04 Mei 2020

PEMELIHARAAN RUTIN PERALATAN BENGKEL OTOMOTIF


PEMELIHARAAN RUTIN PERALATAN BENGKEL OTOMOTIF 

Tujuan Pemeliharaan Rutin
Dalam setiap tindakan pemeliharaan, tujuan pokoknya adalah untuk mencegah terjadinya kerusakan peralatan dan mencegah adanya perubahan fungsi alat serta mengoptimalkan usia pakai peralatan. Reliabilitas alat dan kinerja yang baik hanya dapat dicapai dengan melakukan program pemeliharaan yang terencana. Selain untuk
instrumen reliabilitas dan kinerja alat, program pemeliharaan terencana juga mempunyai beberapa keuntungan yaitu dalam hal efisiensi keuangan, perencanaan, standardisasi, keamanan kerja dan semangat kerja. Secara garis besar terdapat empat tujuan pokok pemeliharaan preventif yaitu :
a. Memperpanjang usia pakai peralatan. Hal tersebut sangat penting terutama apabila dilihat dari aspek biaya, karena untuk membeli satu peralatan jauh lebih mahal apabila dibandingkan dengan memelihara sebagian dari peralatan tersebut. Walaupun disadari bahwa kadangkadang untuk jenis barang tertentu membeli dapat lebih murah apabila alat yang akan dirawat sudah sedemikian rusak.
b. Menjamin peralatan selalu siap dengan optimal untuk mendukung kegiatan kerja, sehingga diharapkan akan diperoleh hasil yang optimal pula
c. Menjamin kesiapan operasional peralatan yang diperlukan terutama dalam keadaan darurat, adanya unit cadangan, pemadam kebakaran dan penyelamat.
d. Menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan tersebut.

Sistem Pemeliharaan Rutin
Untuk memenuhi prosedur pemeliharaan baku, harus disiapkan data pemeliharaan seperti peralatan yang perlu dipelihara, lokasi penyimpanan alat, prosedur pemeliharaannya dan waktu pemeliharaan,
a) Peralatan yang perlu dipelihara
Sebelum instrumen pemeliharaan terencana diterapkan, harus diketahui peralatan apa saja yang sudah ada dan berapa jumlahnya. Untuk itu, pekerjaan dapat dimulai dengan suatu daftar inventaris yang lengkap untuk menjawab pertanyaan di atas. Hal tersebut merupakan persyaratan utama dan layak dijadikan sebagai tugas pertama untuk menyusun instrumen pemeliharaan yang baik. Daftar inventaris yang akurat dan rinci dari segi teknis akan sangat berguna untuk instrument pemeliharaan terencana. Selanjutnya daftar inventaris peralatan tersebut dikelompokkan menjadi sejumlah kelompok yang sesuai dengan jenisnya. Sebagai contoh : kelompok alat-alat tangan, alat-alat khusus (Special service tool/SST), alat-alat ukur dan sebagainya
b) Lokasi penyimpanan alat
Penempatan tiap peralatan harus jelas sesuai dengan pengelompokannya sehingga memudahkan dalam pencarian alat tersebut. Apabila terjadi pemindahan alat hendaknya bersifat sementara dan setelah selesai digunakan dapat dikembalikan pada tempat semula. Penyimpanan alat dan perkakas dapat dilakukan pada : panel alat, ruang gudang, ruang pusat penyimpanan, dan kit alat-alat.
(1) Panel alat (tool panel)
Banyak pekerja yang lebih senang mengguna-kan panel alat untuk menyimpan dan meletakkan alat-alat. Pada umumnya yang diletakkan pada panel alat adalah sekelompok alat sejenis tetapi yang berbeda ukurannya instrumen obeng atau tang dari berbagai ukuran. Dengan panel alat tersebut petugas peminjaman alat lebih mudah mengontrolnya. Panel alat dapat  diatur letaknya menurut keseringan penggunaan yang disusun dalam rentangan warna yang kontras atau dalam warna-warna kombinasi yang serasi.
(2) Ruang gudang alat
Kadang-kadang tidak cukup dinding untuk meletakkan panel alat tersebut. Disamping itu penggunaan panel alat juga tidak sesuai dengan sifat alat karena ada alat yang tidak baik untuk disimpan di udara terbuka. Untuk menyimpan alat yang mempunyai sifat demikian diperlukan almari kecil atau ruangan penyimpanan.
(3) Ruang pusat penyimpanan
Cara lain untuk menyimpan alat dan perkakas adalah menggunakan ruang pusat penyimpanan alat dan perkakas. Ruangan tersebut dapat digunakan untuk menyimpan berbagai alat untuk keperluan semua jenis alat yang ada. Penyimpanan dengan cara ini lebih baik karena petugas peminjaman alat dapat dengan mudah mengadakan pengawasan. Kelemahannya ruang pusat tersebut tidak dapat dekat dengan semua jenis kegiatan yang memerlukan.
(4) Kit alat-alat
Kit alat-alat didesain untuk pekerja secara individual, berisi sejumlah alat yuang lengkap untuk suatu kegiatan perbaikan/servis. Kebaikan kit alat-alat tersebut bahwa siapa saja yang membutuhkan dapat dipenuhi dengan segera tanpa harus memilih jenis-jenis alat yang diperlukan untuk saat itu.
c) Waktu pemeliharaan
Pemeliharaan rutin dilakukan secara instrumen dengan selang waktu tertentu berdasarkan hitungan bulan, hari atau jam. Tanggal pekerjaan pemeliharaan dicatat pada papan instrumen yang diletakkan di ruang penaggung jawab dan pencatatan tanggal pekerjaan dilakukan pula pada lembar data peralatan. Informasi yang dicatat termasuk waktu pakai alat, komponen yang diganti, dan kinerja peralatan. Dari data yang dicatat tersebut dapat diproyeksikan dan diramalkan waktu pakai alat, sehingga dapat direncanakan untuk menggantinya pada saat yang ditentukan.
d) Rambu-rambu Pemeliharaan Peralatan
Pemeliharaan peralatan sangat erat kaitannya dengan masalah pemakaian, perbaikan, dan penyimpanan serta pengadministrasiannya.
a. Perbaikan alat dibedakan antara perbaikan ringan yang dapat dikerjakan sendiri oleh pekerja dan perbaikan khusus yang harus dilakukan oleh ahlinya. Peralatan yang diketahui rusak harus dipisahkan dan ditindaklanjuti.
b. Penyimpanan peralatan berorientasi pada prinsip kebersihan dan prinsip identifikasi. Kebersihan mencakup persyaratan sifat kering dan tidak lembab. Rambu-rambu penyimpanan peralatan adalah sebagai berikut :
1) Peralatan percobaan disimpan menurut jenisnya
2) Peralatan percobaan yang bersifat umum sebagai alat aneka guna disimpan di tempat khusus yang mudah dan cepat mendapatkannya.
3) Peralatan yang memerlukan perlindungan dengan lapisan cat atau pelumas perlu selalu diperiksa fungsi pelapisannya.
4) Peralatan yang mempersyaratkan kondisi kering harus selalu diperiksa tentang kelembaban tempat peyimpanannya.
5) Peralatan yang terbuat dari logam, instrumen, atau kayu yang pipih dan instrumen panjang disimpan dalam posisi terletak mendatar/tidur untuk menghindari pelengkungan tetap.
6) Peralatan yang berbentuk memanjang dan rapuh, dalam mobilitas pemindahannya harus selalu dibawa dalam posisi tegak.

c. Pemeliharaan dan pencegahan kerusakan dilakukan dengan pemeriksan secara rutin dengan penjadwalan yang pasti. Dibedakan antara pemeriksaan harian, mingguan, bulanan dan seterusnya. Dengan pemeriksaan yang rutin dan terus menerus, maka setiap gejala kerusakan akan segera dapat dideteksi dan ditindaklanjuti.
d. Pengadministrasian peralatan dilakukan untuk mempermudah pengendalian dalam hal pemakaian/penggunaan, penyimpanan, perbaikan, perawatan dan pengadaan peralatan baru.
Pengendalian pengelolaan dan pengadmistrasian memerlukan perangkat nstrument yang berupa buku, lembar dan kartu, meliputi :
1) Kartu stok ; warna kartu dibedakan untuk masing-masing jenis peralatan sesuai dengan pengelompokkannya.
2) Buku inventaris ; memuat nomor sandi, nama alat, ukuran, merek/tipe, produsen, asal tahun, jumlah dan, kondisi
3) Daftar peralatan ; memuat kode, nama alat, dan jumlah alat
4) Buku harian ; digunakan untuk mencatat setiap kejadian yang terjadi dan yang berkaitan dengan kegiatan di tempat kerja.
5) Label ; memuat kode alat, nama alat, jumlah dan kondisi alat. Label dipasang di tempat penyimpanan alat.
6) Format permintaan alat.


Sumber : Buku Paket PDTO

PERAWATAN PERALATAN BENGKEL OTOMOTIF


PERAWATAN  PERALATAN BENGKEL OTOMOTIF


Untuk menunjang keberhasilan siswa maka sekolah melengkapi bengkel prakteknya dengan fasilitas peralatan. Fasilitas peralatan yang dimiliki bengkel otomotif di sekolah sangat banyak dan beragam, tentunya investasi yang dikeluarkan untuk pengadaan peralatan juga sangatlah banyak. Sangat disayangkan kalau fasilitas yang sedemikian mahal, namun hanya berusia pendek atau cepat rusak.
Untuk menghindari kerusakan yang cepat maka semua komponen yang bekerja di bengkel harus peduli untuk merawat peralatan bengkel. Untuk dapat merawat dengan benar maka diperlukan pengetahuan dan keterampilan yang cukup. Perawatan secara spesifik dapat dilihat pada spesifikasi atau manual masing-masing alat.

Jenis-Jenis Pemeliharaan Peralatan
Pemeliharaan adalah suatu bentuk tindakan yang dilakukan dengan sadar untuk menjaga agar suatu peralatan selalu dalam keadaan siap pakai atau tindakan melakukan perbaikan sampai pada kondisi peralatan tersebut dapat bekerja kembali. Secara garis besar pemeliharaan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu : pemeliharaan terencana dan pemeliharaan tak terencana.

A. Pemeliharaan terencana (planned maintenance)
Pemeliharaan terencana adalah porses pemeliharaan yang diatur dan diorganisasikan untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi terhadap peralatan di waktu yang akan datang. Dalam pemeliharaan terencana terdapat kartu pengendalian dan kartu pencatatan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Pemeliharaan terencana merupakan bagian dari manajemen pemeliharaan yang terdiri  atas pemeliharaan preventif, pemeliharaan prediktif, dan pemeliharaan korektif.

Pemeliharaan preventif adalah pemeliharaan yang dilakukan pada selang waktu tertentu dan pelaksanaannya dilakukan secara rutin dengan beberapa instrumen yang dilakukan sebelumnya. Tujuannya untuk mencegah dan mengurangi kemungkinan suatu komponen tidak memenuhi kondisi normal. Pekerjaan yang dilakukan dalam pemeliharaan preventif adalah mengecek, melihat, menyetel, mengkalibrasi, melumasi, dan pekerjaan lain yang bukan penggantian suku cadang berat. Pemeliharaan preventif membantu agar peralatan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan apa yang menjadi ketentuan pabrik pembuatnya. Semua pekerjaan yang masuk dalam lingkup pemeliharaan preventif dilakukan secara rutin dengan berdasarkan pada hasil kinerja alat yang diperoleh dari pekerjaan pemeliharaan prediktif atau adanya anjuran dari pabrik pembuat alat tersebut. Apabila pemeliharaan preventif dikelola dengan baik maka akan dapat memberikan informasi tentang
kapan mesin atau alat akan diganti sebagian komponennya.

B. Pemeliharaan tak terencana
Pemeliharaan tak terencana adalah jenis pemeliharaan yang dilakukan secara tiba-tiba karena suatu alat atau peralatan akan segera digunakan. Seringkali terjadi bahwa peralatan baru digunakan sampai rusak tanpa ada perawatan yang berarti, baru kemudian dilakukan perbaikan apabila akan digunakan. Dalam manajemen kartu pemeliharaan, cara tersebut dikenal dengan pemeliharaan tak terencana atau darurat (emergency maintenance).

Pada umumnya metode yang digunakan dalam penerapan pemeliharaan adalah metode darurat dan tak terencana. Metode tersebut membiarkan kerusakan alat yang terjadi tanpa atau dengan sengaja sehingga untuk menggunakan kembali peralatan tersebut harus dilakukan perbaikan atau reparasi. Pemeliharaan tak terencana jelas akan mengganggu proses produksi dan biasanya biaya yang dikeluarkan untuk perbaikan jauh lebih banyak nstrument dengan pemeliharaan rutin.

Sumber : Buku Paket PDTO

Minggu, 26 April 2020

SOAL PDTO : ALAT UKUR


SOAL PDTO : ALAT UKUR

Nama :
Kelas :

1. Jangka sorong yang lazim diproduksi adalah dengan ketelitian atau kecermatan...

A. 0,10 mm dan 0,01 mm
B. 0,10 mm dan 0,05 mm
C. 0,10 cm dan 0,05 cm
D. 0,50 mm dan 0,10 mm
E. 0,50 cm dan 0,10 cm

2. Bagian Cylinder gauge yang menyentuh benda kerja atau benda yang diukur disebut...

A. Spindel
B. Jarum pengukur
C. Washer
D. Bidang sentuh
E. Anvil

3. Kunci momen berfungsi untuk...

A. Mengencangkan mur atau baut sesuai dengan spesifikasi
B. Mengendurkan mur atau baut sesuai dengan spesifikasi
C. Mengencangkan dan mengendurkan mur atau baut
D. Mengukur kekencangan baut
E. Mengukur keknduran baut

4. Celah atau kerenggangan suatu platina dapat diukur menggunakan alat...

A. Mikrometer
B. Multitester
C. Dial gauge
D. Cylinder gauge
E. Feeler gauge

5. Untuk mengetahui kondisi kabel busi kita dapat mengukur tahanannya menggunakan alat ukur...

A. Avometer atau Multitester
B. Hidrometer
C. Mikrometer
D. preessure meter
E. Tachometer

6. Alat yang digunakan untuk mengukur ketebalan atau thickness gauge umum disebut Celah adalah...

A. Feeler gauge
B. Dial gauge
C. Dial bore gauge
D. Vernier Calliper
E. Vacuum gauge

7. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur berat jenis elektrolit baterai adalah...

A. Voltmeter
B. Tachometer
C. Multitester
D. Dwellmeter
E. Hidrometer

8. Tachometer berfungsi untuk mengukur...

A. Putaran Mesin
B. Jarak tempuh kendaraan
C. Kecepatan Mesin
D. Loncatan api paada busi
E. Waktu pencahayaan

9. Keolengan poros dapat diukur menggunakan alat ukur...

A. Mikrometer
B. Multitester
C. Dial gauge
D. Cylinder gauge
E. Jangka sorong

10. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur diameter bagian dalam silinder dan lubang kedudukan poros adalah...

A. Dial gauge
B. Dial indicator
C. Cylinder gauge atau cylinder bore gauge
D. Jangka sorong
E. Multitester

11. Fungsi dari skala timble pada micrometer adalah :

A. Menunjukkan nilai angka desimal hasil pengukuran
B. Menunjukkan nilai angka nominal hasil pengukuran
C. Mengatur tekanan pada benda kerja
D. Berputar mengukuti gerakan dari proses pengukuran

12. Micrometer yang digunakan untuk mengukur piston Astrea Supra over size 75 adalah micrometer dengan batas ukur :

A) 75 - 100 mm
B) 25 - 50 mm
C) 50 - 75 mm
D) 0 - 25 mm

13. Pada saat mengukur diameter silinder jika kita tidak mngetahui tipe mesinnya, alat ukur yang pertama kali digunakan adalah :

A) Dial gaue
B) Vernier Caliper
C) Cylinder gauge
D) feeler gauge
E) Micrometer

14. Pada jangka sorong dengan ketelitian 0,05 mm skala verniernya terbagi dalam berapa ruas :

A) 25
B) 10
C) 0
D) 20
E) 50

15. Nilai setiap ruas pada skala sleeve bagian bawah adalah :

A) 0,5 cm
B) 1 mm
C) 0,1 mm
D) 0,5 mm

16. Apabila poros micrometer sudah menyentuh permukaan bidang kerja yang diukur maka agar tidak merusak micrometer, maka bagian yang harus diputar adalah :

A) skala sleeve
B) pengunci
C) skala timbel
D) Ratchet

17. Gambar berikut adalah menunjukan hasil pengukuran dengan mistar geser sebesar :

A) 23,60
B) 20,75
C) 23,75 mm
D) 23,57
E) 20,57

18. Jarum pendek pada dial gauge akan bergerak satu ruas jika jarum panjang bergerak :

A) 4 putaran
B) 2 putaran
C) 1 putaran
D) 3 putaran

19. Hasil pengukuran diameter silinder di suatu titik tertentu, jarum indikator bergerak ke kanan lebih besar di banding posisi lainnya, maka bagian tersebut :

A) Keausan lebih kecil
B) Dinding silinder tidak rata
C) Keausan lebih besar
D) Diameternya lebih besar

20. Bagian Cylinder gauge yang menyentuh benda kerja atau benda yang diukur disebut...

A) washer
B) jarum pengukur
C) measuring point
D) Anvil
E) spindel

HAKEKAT GURU

HAKEKAT GURU Pengertian guru menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti orang yang mengajar. Jika profesinya mengajar baik di seko...